JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kepadatan gedung perkantoran, arus kendaraan yang nyaris tak pernah surut, serta cuaca hujan yang belakangan rutin mengguyur Ibu Kota, keberadaan taman kota di Jakarta Pusat kerap dipandang sebagai “paru-paru” kota sekaligus ruang jeda bagi warga.
Namun, sejauh mana taman-taman tersebut benar-benar berfungsi sebagai ruang publik yang hidup? Apakah warga benar-benar memanfaatkannya?
Kompas.com menelusuri sejumlah taman dan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta Pusat pada Rabu (21/1/2026).
Baca juga: SD Negeri di Depok Dibobol Maling, 5 Proyektor dan 8 Laptop Raib
Penelusuran dilakukan di Taman Menteng, Taman Suropati, Taman Situ Lembang, serta Lapangan Banteng, dengan fokus pada kondisi fasilitas, kebersihan, aksesibilitas, serta aktivitas pengunjung di tengah cuaca hujan.
Taman Menteng: Ruang Jeda di Antara Jam KerjaDi Taman Menteng, suasana taman tampak tetap terawat meski diguyur hujan. Ikon rumah kaca di area belakang berdiri bersih dan terawat, menjadi salah satu titik yang cukup ramai didatangi pengunjung untuk berteduh.
Lantai granit di sejumlah jalur terlihat basah dan mengilap, memantulkan cahaya lampu taman di bawah langit mendung.
Sejumlah fasilitas pendukung masih berfungsi dengan baik. Tempat sampah tematik organik dan anorganik terlihat diletakkan di titik-titik strategis.
Jalur pedestrian dari batu alam di bagian depan taman tampak rata dan aman dilalui meski licin akibat hujan.
Papan penunjuk arah berwarna hitam dengan desain minimalis masih terbaca jelas dan membantu pengunjung bernavigasi di area taman.
Di tengah cuaca mendung dan hujan ringan itu, Kompas.com berbincang dengan Lula (29), pekerja kantoran yang berkantor di wilayah Menteng.
Lula mengaku kerap memanfaatkan Taman Menteng sebagai tempat singgah setelah jam kerja.
“Hampir tiap pulang kantor saya ke sini, entah cuma jalan sebentar atau duduk sebentar buat lepas capek,” ujar Lula saat ditemui di jalur pedestrian Taman Menteng.
Baca juga: Sawah di Jakarta Belum Mati, Petani Rorotan Raup Rp 80 Juta Sekali Panen
Menurut Lula, Taman Menteng masih menjadi ruang terbuka hijau yang cukup nyaman di tengah padatnya area perkantoran.
Ia menilai kebersihan taman relatif terjaga dan fasilitas dasar tersedia dengan baik, termasuk fasilitas bermain anak seperti seluncuran.
“Tempat sampah ada di banyak titik, jadi kelihatan bersih. Penerangan juga cukup kalau sore ke malam,” kata dia.
Namun, Lula juga menyoroti kondisi lantai taman yang perlu mendapat perhatian khusus saat hujan. Beberapa bagian lantai batu dan granit terasa licin sehingga pengunjung harus lebih berhati-hati.
“Kalau habis hujan, jalannya agak licin. Harus pelan-pelan, apalagi yang pakai sepatu kantor,” ujar dia.
Meski demikian, ia berharap pengelola menambah fasilitas duduk beratap di sejumlah titik taman.
Menurut dia, bangku taman yang sebagian besar berada di ruang terbuka membuat pengunjung enggan berlama-lama saat cuaca kurang bersahabat.
“Kalau ada kanopi atau bangku yang terlindung, pasti lebih nyaman,” tutur Lula.
Bagi pekerja kantoran di sekitar Menteng, Taman Menteng dinilai memiliki fungsi nyata.
“Buat kami yang kerja dekat sini, taman ini bukan sekadar pajangan, tapi tempat istirahat yang benar-benar kepakai,” kata Lula.
Baca juga: Terbengkalai sejak 2007, Kenapa Menara Saidah Tak Dirobohkan?



