jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai partai peserta pemilu 2024 sebenarnya punya keinginan berbeda menyikapi parlementary threshold atau ambang batas parlemen.
Arifki memprediksi partai tiga besar pada Pemilu 2024 sebenarnya menginginkan ambang batas parlemen tetap sama empat persen.
BACA JUGA: Gerindra Lakukan Simulasi untuk Tentukan Ambang Batas Parlemen
"Kepentingan bagi partai tiga besar, Gerindra, PDIP, dan Golkar, ini akan mempersempit bagaimana parlementary threshold itu menjadi tetap empat persen," kata dia melalui layanan pesan, Kamis (22/1).
Sementara itu, Arifki menduga partai menengah atau di luar tiga besar pada Pemilu 2024 menginginkan ambang batas parlemen tak anjlok dari empat persen.
BACA JUGA: Deklarasikan Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, 8 Parpol Minta Ambang Batas Parlemen Satu Persen
"Partai menengah, itu mereka berharap tidak turun jauh," katanya.
Sebab, kata Arifki, partai menengah atau di luar tiga besar pada Pemilu 2024 tak ingin ambang batas anjlok yang memungkinkan parpol kecil naik kelas.
BACA JUGA: Setuju Ambang Batas Parlemen 4 Persen Dihapus, Eddy Soeparno: Bentuk Keadilan Demokrasi
"Ketika turun jauh, membuka ruang partai kecil untuk naik ke atas menjadi partai menengah, saya rasa ini menjadi menarik," ujarnya.
Hanya saja, Arifki menilai tarik-menarik soal ambang batas parlemen perlu dilihat dari niat DPR untuk merangkul atau membatasi pihak lain.
"Kalau ini menjadi ruang untuk merangkul partai lain, tentu akan menjadi agenda membuat ruang itu, misalnya menjadi dua persen," kata dia.
Diketahui, urusan ambang batas parlemen menyeruak setelah Komisi II melaksanakan RDPU dengan peneliti kepemiluan pada Selasa (20/1) kemarin.
Satu di antara pihak yang diundang ialah dari perwakilan CSIS dan mereka mengusulkan penurunan ambang batas parlemen secara bertahap.
CSIS merasa ambang batas parlemen perlu turun dari empat ke 3,5 persen pada Pemilu 2029 dan turun menjadi tiga persen saat Pemilu 2034. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan

