Indonesia Gabung di Dewan Perdamaian yang Dibentuk Donald Trump, Ini Misi yang Dibawa

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA– Republik Indonesia (RI) disebut-sebut akan bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dewan tersebut dibentuk membawa misi perdamaian di Gaza, Palestina, yang terus dibombardir oleh Israel.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam keterangannya yang disampaikan melalui akun media sosial resmi Kemlu pada platform X, Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut bersama beberapa negara lain.

Mereka adalah Turkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara tersebut menyambut baik ajakan Presiden Trump untuk bergabung.

“Para menteri (luar negeri) mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” bunyi keterangan tersebut dikutip dari unggahan akun X @Kemlu_RI pada Kamis, 22 Januari 2026.

Setelah bersepakat masuk dalam Dewan Perdamaian, Indonesia dan negara-negara lain akan menandatangani dokumen sesuai aturan hukum.

Dalam unggahan yang sama, Kemlu menegaskan para menteri luar negeri menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian di Gaza yang diinisiasi Trump.

“Menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung implementasi misi Dewan Perdamaian,” lanjut Kemlu.

Persisnya dalam rangka menyudahi konflik di Gaza sesuai dengan rencana komprehensif yang disahkan oleh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2803 pada 17 November 2025.

Dalam resolusi diputuskan pembentukan Dewan Perdamaian dan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF).

“Misi ini bertujuan mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, dan memajukan perdamaian adil dan abadi berdasarkan hak bangsa Palestina menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan negara sesuai hukum internasional,” terang Kemlu.

Menurut Kemlu, itu akan membuka jalan menghadirkan stabilitas di Gaza, Palestina, dan negara lain di kawasan. Sebelum resmi bergabung Dewan Perdamaian, Pemerintah Indonesia sudah menyatakan kesiapan mengirim pasukan masuk dalam barisan ISF yang balak bertugas di Gaza.

Jumlah warga Palestina yang terbunuh di Jalur Gaza sejak dimulainya perang genosida Israel pada Oktober 2023 mencapai 71.266 jiwa, yang mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, serta 171.222 lainnya luka-luka.

Sejak perjanjian gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, tercatat total 414 korban jiwa dan 1.145 luka-luka, serta 680 jenazah telah ditemukan.(*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hilang Sejak Minggu, Pendaki Bukit Mongkrang Masih Dicari
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Kejagung Selidiki Dugaan Pidana Terkait HGU 6 Perusahaan Milik SGC di Lampung
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75%
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Bakal Sampaikan Konsep Ekonomi Prabowonomics di WEF
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Skakmat Menpar: Ibu Menteri Kalau Nggak Mau Rapat Jangan Jadi Menteri
• 10 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.