Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meresmikan Dewan Perdamaian Gaza di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Termasuk AS, ada 19 negara yang hadir pada peresmian organisasi internasional baru ini.
Awalnya, Trump memaparkan rencana dibentuknya Dewan ini. Lalu, satu per satu perwakilan dari seluruh negara, meneken surat peresmian Dewan Perdamaian.
Sejumlah pejabat AS seperti Menlu Marco Rubio, dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, ikut berbicara.
Tak terkecuali Ali Saath, teknokrat Palestina yang ditunjuk memimpin Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG). Badan ini akan bekerja sama dengan Dewan Perdamaian.
Lalu, giliran Jared Kushner, menantu Trump, yang ditunjuk berpasangan dengan Steve Witkoff dalam sejumlah negosiasi internasional. Kushner memaparkan rencana Dewan Perdamaian ke depan untuk Gaza.
Ia memaparkan rencananya membuat jalur Gaza jadi tempat wisata pantai. Jadi pesisir Gaza seluruhnya akan dibangun sebuah tempat wisata pantai, dengan pelabuhan di ujung Selatan yang berbatasan dengan Mesir.
Lalu, kota-kota di Gaza seperti Rafah, Khan Younis, hingga Kota Gaza akan dibangun ulang jadi permukiman penduduk. Rencananya, Dewan Perdamaian akan membangun 100 ribu lebih rumah permanen, 200 lebih pusat edukasi, 180 lebih rumah ibadah, dan 75 lebih fasilitas kesehatan di 'New Rafah'.
Lalu di Kota Gaza, akan dibangun pusat wisata pesisir dan jaringan transportasi yang lebih besar.
Rencana Demiliterisasi
Sesuai dengan resolusi DK PBB nomor 2803, NCAG akan memimpin administrasi Gaza pada masa pemulihan. Lalu, mereka akan bekerja sama dengan Pasukan Keamanan Internasional (ISF) yang berada di bawah Dewan Perdamaian.
Mereka juga punya langkah demiliterisasi Gaza. Jadi NCAG akan menjadi otoritas yang punya legitimasi memerintah Gaza, sampai nanti akhirnya diserahkan ke otoritas Palestina.
Lalu, semua senjata harus melalui izin dari NCAG.
Bagaimana dengan milisi Gaza? Sesuai dengan rencana Dewan Perdamaian, semua milisi, kelompok bersenjata, personel keamanan, dan organisasi polisi akan dibubarkan atau diintegrasikan ke NCAG.
Akhirnya, hanya personel NCAG saja yang punya hak untuk membawa senjata.
Secara terpisah, Dewan Perdamaian akan memastikan ditariknya tentara Israel (IDF) dari titik tertentu berdasar kesepakatan.





