Hujan Reda, Kemacetan Merebak di Jalanan Jakarta

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Kemacetan panjang terjadi di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026). Akibat kondisi itu, arus lalu lintas terhambat dan kendaraan hanya melaju kurang dari 5 kilometer per jam.

Asep (31), warga Cikokol, Tangerang, terjebak kemacetan hingga 1,5 jam akibat banjir di Jalan Letjen S Parman, tepatnya di depan Mal Central Park hingga Daan Mogot. “Ini termasuk kemacetan paling parah yang saya alami,” kata Asep.

Menurut dia, kemacetan di Daan Mogot sebenarnya sudah menjadi hal lumrah. Namun, kondisi tersebut diperparah oleh banjir yang menggenang di sejumlah titik.

“Daerah ini memang banyak persimpangan sehingga rawan macet. Sekarang ditambah banjir, jadi makin parah,” ujarnya.

Kedalaman genangan air di beberapa titik mencapai sekitar 40 sentimeter. Asep mengaku ragu melintas karena khawatir sepeda motornya mogok. “Kalau dipaksa lewat, takut motor mati,” kata pengendara sepeda motor matik itu.

Untuk menyiasati banjir, Asep memilih melintas melalui jalur Transjakarta yang relatif tidak tergenang. “Dalam kondisi darurat seperti banjir, menurut saya busway halal untuk dilewati,” ujarnya sambil tertawa.

Ia juga memilih menepi sejenak karena kemacetan membuat konsumsi bahan bakar meningkat. “Nanti saya jalan lagi kalau arus sudah lebih lancar,” kata Asep.

Berbeda dengan Asep, Zainal (56), warga Tangerang, memilih tetap melaju meski kendaraannya bergerak sangat pelan. “Kalau menepi, kapan sampainya,” ujar Zainal.

Menurut dia, kemacetan di Jalan Daan Mogot tidak hanya disebabkan banjir, tetapi juga oleh perilaku pengendara yang tidak sabar dan enggan berbagi ruang. “Jalan sudah sempit, pengendara tidak sabaran. Ya pasti macet,” ujarnya.

Untuk menghemat bahan bakar, Zainal mematikan mesin motornya dan mendorong kendaraan dengan kaki. “Daripada buang-buang bensin dan menambah polusi, lebih baik dimatikan saja. Toh kendaraan hampir tidak bergerak,” katanya.

Ia mengaku sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. “Dengan jalur alternatif, saya berharap bisa sampai rumah lebih cepat,” ujar Zainal sambil terus mendorong motornya.

Menurut Zainal, kemacetan di Jalan Daan Mogot bukan hal baru. Namun, ia menilai pemerintah belum menunjukkan upaya serius untuk memperbaiki kondisi tersebut.

“Seharusnya sebelum hujan deras, program normalisasi sungai sudah diselesaikan agar banjir bisa diminimalkan. Sekarang banjir tetap terjadi. Pemerintah ke mana?” kata Zainal.

Baca JugaTekan Banjir, Jakarta Modifikasi Cuaca
Tiga titik parah

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarudin mengatakan, saat ini terdapat beberapa ruas jalan yang mengalami kepadatan. “Ada tiga titik kemacetan terparah,” ujar Komarudin.

Titik pertama berada di Jalan DI Panjaitan, Cawang, arah utara. Meski pada pukul 19.30 WIB empat lajur sudah dapat digunakan, masih terdapat genangan air di beberapa bagian.

Titik kedua berada di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Banjir setinggi sekitar 30 sentimeter di ruas Jalan Kuningan menuju Mampang menyebabkan laju kendaraan dari arah timur dan dari Pancoran ke barat tersendat.

“Kondisi ini berdampak pada kemacetan parah di kawasan Kuningan, termasuk kendaraan dari arah Semanggi menuju timur,” kata Komarudin.

Titik kemacetan parah ketiga berada di Jalan Daan Mogot. Genangan air di beberapa titik membuat kendaraan melambat. “Walaupun banjir mulai surut, masih banyak pengendara ragu melintas karena ketinggian air sekitar 20–30 sentimeter,” ujarnya.

Selain itu, kepadatan juga terpantau di Jalan Pattimura menuju Antasari akibat genangan di kawasan Kemang. “Hal ini menyebabkan kemacetan panjang di sekitar lokasi,” kata Komarudin.

Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian menambah personel di sejumlah titik rawan serta melakukan pengaturan lalu lintas secara manual, khususnya di kawasan Kuningan, Cawang, dan Cempaka Putih. “Petugas masih berada di lapangan untuk mengurai kemacetan,” ujar Komarudin.

Ia menambahkan, meski genangan mulai surut, pengaturan arus kendaraan tetap diperlukan agar kemacetan beruntun dapat segera terurai.

Baca JugaBanjir Rendam Rumah Warga di Cilandak Timur


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penganiayaan Brutal Dialami Pria di Kulon Progo: Kaki Diikat, Tangan Diborgol, Mulut Dilakban hingga Leher Keluarkan Darah
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Diputuskan Presiden Saat Lawatan ke London, Seskab Teddy Jelaskan Proses Awal Prabowo Cabut Izin Perusak Hutan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemendikdasmen Apresiasi Polri Hentikan Penyidikan Kasus Guru di Jambi
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Body Part Korban ATR 42-500
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Hutan, Tanah, dan Warga yang Hidup di Antara Garis
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.