Davos: Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan komitmen besar Uni Eropa dalam memperkuat kedaulatan keamanan benua, di tengah ancaman Rusia yang kian meningkat. Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026, ia menyoroti Uni Eropa telah memulai peningkatan pesat dalam pengeluaran pertahanan yang ditargetkan mencapai 800 miliar euro hingga 2030.
"Kami telah memulai peningkatan pesat dalam pengeluaran pertahanan hingga 800 miliar euro hingga 2030. Negara-negara anggota meningkatkan investasi tertinggi mereka dan telah membantu melipatgandakan nilai pasar perusahaan pertahanan Eropa sejak Januari 2022," ujar Von der Leyen, mengutip laman World Economic Forum, Kamis, 22 Januari 2026.
Von der Leyen menambahkan, Eropa kini memiliki tiga startup teknologi pertahanan berstatus unicorn, yang berfokus pada sistem bertenaga Artificial Intelligence (AI). Startup ini berfungsi untuk intelijen medan perang dan drone canggih untuk pengawasan.
"Sekarang kami memiliki tiga perusahaan rintisan teknologi pertahanan terkemuka Eropa yang telah mencapai validasi unicorn. Mereka sedang mengerjakan perangkat lunak dan sistem bertenaga udara untuk intelijen medan perang dan drone canggih untuk pengawasan. Jadi mereka juga mendorong inovasi dan investasi di basis industri teknologi pertahanan Eropa," ujar dia.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Foto: dok WEF.
Baca Juga :
Ini Strategi 4 Pemimpin Dunia Hadapi Ketidakpastian GlobalDalam pidatonya di WEF 2026, Von der Leyen turut memberikan dukungannya terhadap Ukraina. Menjelang peringatan empat tahun agresi Rusia, ia menyebut Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan dan justru mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.
"Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda perdamaian dan penyesalan. Sebaliknya, Rusia mengintensifkan serangannya dengan membunuh warga," tegas Von der Leyen di WEF 2026.
Sebagai langkah nyata dukungan terhadap Ukraina, Uni Eropa secara resmi memberikan pinjaman sebesar 90 miliar euro untuk 2026 dan 2027. Dana ini difokuskan untuk tiga tujuan utama yakni memperkuat pertahanan di medan perang, meningkatkan kapasitas pertahanan untuk persiapan damai, dan menjamin keberlangsungan layanan publik di Ukraina.
"Kami telah memutuskan untuk memberikan pinjaman kepada Ukraina sebesar 90 miliar euro untuk 2026 dan 2027. Dengan dukungan ini, kami memastikan Ukraina dapat memperkuat pertahanannya di medan perang," ungkap dia.
Terkait upaya perdamaian, Von der Leyen memberikan catatan khusus terkait peran Amerika Serikat (AS). Ia menyebut AS turut berperan aktif dalam mendorong proses perdamaian di Ukraina.
"Kami mengakui peran Presiden Trump dalam mendorong proses perdamaian dan kami akan bekerja sama erat dengan Amerika Serikat. Kita semua sepakat Ukraina harus berada dalam posisi yang kuat untuk pergi ke meja perundingan," pungkasnya. (Surya Mahmuda)

