Penulis: Alfin
TVRINews, Swiss
Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan ke depan dalam pidato pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Swiss. Kepala negara menyoroti tren positif ekonomi nasional di tengah dinamika global serta memperkenalkan Danantara, dana kekayaan negara untuk industri masa depan.
“Pertumbuhan ekonomi kita terus meningkat,” tegas Presiden Prabowo.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat lebih dari lima persen setiap tahun selama beberapa dekade terakhir dan diyakini tetap terjaga pada tahun ini. Inflasi nasional berada di kisaran dua persen, sementara defisit anggaran sekitar tiga persen dari produk domestik bruto (PDB).
Presiden menegaskan pengakuan dunia terhadap ekonomi Indonesia lahir dari bukti nyata.
“Dalam sejarah kita, Indonesia tidak pernah sekali pun gagal membayar utang kita. Tidak sekali pun. Rezim yang berkuasa selalu membayar utang rezim sebelumnya. Presiden, presiden yang sukses, akan selalu menghormati utang pemerintahan sebelumnya,” ujarnya.
Selain perdamaian dan stabilitas, pertumbuhan ekonomi membutuhkan tata kelola negara dan pengelolaan modal yang efisien. Untuk itu, pemerintah mendirikan Dana Kekayaan Negara, Danantara Indonesia.
“Danantara berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia. Danantara adalah dana kekayaan negara dengan aset kelolaan sebesar satu triliun dolar AS,” kata Presiden Prabowo, Kamis, 22 Januari 2026. “Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara.”
“Indonesia kini bukan hanya tanah perdamaian dan stabilitas, Indonesia kini semakin menjadi tanah peluang,” lanjut Presiden.
Presiden optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengejutkan dunia.
“Dengan Danantara, Indonesia kini mampu menjadi mitra Anda. Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri masa depan,” terang Presiden.
Ia menekankan kekuatan Indonesia lahir dari persatuan dan kolaborasi.
“Kemampuan di negara saya bukan karena keberuntungan. Itu terjadi karena kita, Indonesia, dan akan selalu terus memilih persatuan daripada perpecahan, persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu persahabatan,” kata Presiden.
WEF 2026 mengusung tema “A Spirit of Dialogue” dan dihadiri sekitar 400 pemimpin politik tingkat tinggi, termasuk 65 kepala negara dan pemerintahan. Sejumlah pemimpin dunia hadir, antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Editor: Redaktur TVRINews

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F22%2F5ad40ca5800c777c66fba17105ae9311-Screenshot_2026_01_22_152439.png)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480670/original/063989600_1769063712-9a030f67-d0ad-4d79-a3e6-53816544b3dd.jpeg)