Kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, kembali dilanda banjir parah dengan ketinggian air mencapai satu meter pada Kamis, 22 Januari 2026. Warga terdampak kini mulai resah lantaran bantuan logistik makanan yang dijanjikan pemerintah setempat belum juga diterima hingga malam hari.
Banjir kali ini merendam permukiman warga di RW 05, yang mencakup RT 01, 02, dan 03. Ketinggian air bervariasi di setiap titik, tapi kondisi terparah terjadi di RT 02 dengan genangan mencapai satu meter. Banjir disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi, luapan Kali Angke, serta sistem drainase lingkungan yang buruk.
Bantuan Makanan Terlambat
Penderitaan warga semakin bertambah karena keterlambatan distribusi logistik. Bantuan makanan dari pihak kelurahan yang dijanjikan akan tiba pada pukul 17.00 WIB, dilaporkan belum sampai ke tangan warga hingga malam hari. Situasi ini mengakibatkan warga yang bertahan di rumah maupun di pengungsian mulai mengalami kelaparan.
Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kota Jakarta Barat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merespons situasi ini dengan cepat, mengingat ini merupakan kejadian banjir ketiga kalinya sepanjang bulan Januari 2026. Selain kebutuhan pangan, warga juga mengkhawatirkan munculnya wabah penyakit pascabanjir, seperti penyakit kulit dan diare.
Baca juga:
Semakin Meluas, 45 RT dan 22 Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Sebagian warga yang rumahnya hanya satu lantai memilih mengungsi ke rumah tetangga, kerabat, atau masjid terdekat di sekitar RW 05. Sementara itu, warga yang memiliki rumah bertingkat memilih untuk tetap bertahan di lantai dua kediaman mereka.
Kondisi di Mampang dan Prediksi BMKG
Selain Daan Mogot, banjir juga dilaporkan merendam kawasan Pondok Karya, Mampang, Jakarta Selatan, dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter akibat luapan Kali Krukut. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri telah menyiagakan tiga unit perahu karet di lokasi untuk membantu mobilitas warga, meskipun kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut seiring redanya hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem berupa hujan deras masih berpotensi mengguyur wilayah Jakarta hingga tanggal 24 Januari mendatang, sehingga warga diimbau untuk tetap waspada.


