Ottawa, VIVA – Kanada sedang menyiapkan rencana pertahanan nasional yang memasukkan skenario invasi oleh Amerika Serikat, demikian menurut pernyataan pejabat federal pada hari Selasa, 20 Januari 2026.
Langkah ini merupakan pertama kalinya dalam lebih dari satu abad Ottawa mengembangkan strategi untuk menghadapi ancaman militer dari negara tetangganya di selatan, menurut laporan harian The Globe and Mail.
Rencana tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah gambar provokatif yang memperlihatkan peta Kanada dan Greenland diselimuti bendera Amerika Serikat di platform media sosial Truth pada hari yang sama.
Pejabat yang dikutip mengatakan bahwa Kanada tidak memiliki kekuatan militer yang cukup untuk menahan serangan skala penuh dari Amerika Serikat, sehingga perencanaan pertahanan menekankan pada penggunaan sel-sel kecil yang terdiri dari personel militer dan warga sipil untuk melakukan tindakan balasan secara non-konvensional.
Nama pejabat tersebut tidak disebutkan karena mereka tidak diberi wewenang untuk membahas rincian rencana ini secara publik.
Dalam skenario yang disusun, kelompok-kelompok kecil ini akan menggunakan taktik seperti penyergapan, serangan menggunakan pesawat tanpa awak, dan sabotase terhadap pasukan AS yang melakukan invasi.
Taktik yang dirujuk mirip dengan yang pernah digunakan oleh pejuang Afghanistan dalam menghadapi pasukan Rusia beberapa dekade lalu, serta saat melawan pasukan AS dan sekutunya dua dekade lalu.
Pejabat yang sama juga mengakui bahwa Kanada kemungkinan akan kewalahan menghadapi pasukan AS dalam pertahanan titik-titik kunci hanya dalam waktu dua hari hingga seminggu.
Meskipun kemungkinan invasi AS ke Kanada dinilai sangat rendah, pemerintah Kanada tetap mempersiapkan skenario terburuk jika situasi tersebut benar-benar terjadi.
Sementara itu, Kepala Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, menyatakan bahwa ia berencana membentuk pasukan relawan cadangan dengan jumlah personel yang bisa mencapai 400.000 orang.
Pejabat Kanada juga menyampaikan bahwa mereka memperkirakan negara-negara dengan persenjataan nuklir seperti Prancis dan Inggris akan memberikan dukungan kepada Kanada jika negara itu mengalami invasi.
Kanada, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat kesemuanya adalah anggota NATO.
"Jika anda menyerang Kanada, anda akan menghadapi seluruh dunia, bahkan lebih daripada Greenland," ujar Mayjen David Fraser, yang pernah memimpin pasukan Kanada di Afghanistan, kepada harian tersebut.




