jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Arifki Chaniago menilai dukungan Partai Gerakan Rakyat kepada eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk Pilpres 2029, memancing dinamika internal di parpol lain.
Dia menyebutkan parpol selain Gerakan Rakyat berpotensi mengatur ulang strategi menuju Pilpres 2029 dalam menentukan kandidat.
BACA JUGA: Gerakan Rakyat Dukung Anies untuk Pilpres 2029, NasDem Pilih Fokus Bantu Prabowo
"Deklarasi ini membuka ruang kompetisi lebih awal. Partai lain akan dipaksa berpikir ulang, apakah tetap menunggu momentum atau mulai mengamankan figur sejak sekarang,” ujar Arifki kepada awak media, Kamis (22/1).
Terlebih lagi, kata Arifki, sudah ada putusan MK terkait ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT).
BACA JUGA: Partai Gerakan Rakyat Blak-blakan Menyebut Anies Baswedan
Diketahui, MK dalam putusan nomor 62/PUU-XXII/2024 menyatakan PT menjadi nol persen dari sebelumnya 20 persen.
Arifki mengatakan PT nol persen membuka peluang tokoh baru dan kandidat alternatif untuk tampil di panggung nasional.
BACA JUGA: Anies Sebut Banjir-Longsor di Sumatra Bencana Buatan Manusia, Netizen: Cari Panggung?
"PT nol persen seharusnya mendorong partai berani menguji kekuatan figurnya sendiri,” ungkap Arifki.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu bahkan menilai terjadi dinamika di partai pendukung Anies saat Pilpres 2024, seperti NasDem dan PKS dalam menentukan kandidat pada 2029.
Menurut Arifki, dukungan Gerakan Rakyat memunculkan dilema politik antara menjaga konsistensi sikap atau membuka opsi baru di tengah peta koalisi yang bergerak cepat.
“Secara tidak langsung, langkah ini seperti mengetuk pintu iman politik partai lain. Apakah mereka tetap menunggu konfigurasi besar terbentuk, atau mulai curi start dengan mengampanyekan kadernya sendiri sejak awal,” lanjut Arifki.
Selain itu, kata Arifki, dukung Gerakan Rakyat ke Anies membuat PKB dan Demokrat bakal mengevaluasi strategi politik menuju 2029.
Sebab, katanya, kedua partai punya sosok yang sebenarnya bisa tampil di percaturan politik nasional, yakni Muhaimin Iskandar dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam situasi PT nol persen, Arifki menilai pilihan untuk hanya menunggu kepastian sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 bisa tak strategis.
Dia menyebut posisi PKB dan Demokrat bakal terjepit pada 2029 jika Prabowo pada akhirnya tak memilih Muhaimin atau AHY sebagai cawapres.
“Ketika peluang mencalonkan presiden terbuka lebar, menempatkan diri hanya sebagai opsi cawapres justru bisa mengecilkan nilai tawar partai," ujarnya. (ast/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Baru Deklarasi, Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Maju Pilpres 2029
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan



