Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menceritakan hasil survei yang dilakukan Harvard University, yang menyatakan rakyat Indonesia adalah orang paling bahagia di dunia. Hal itu disampaikan Prabowo saat menjadi pembicara kunci di Word Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
"Bapak dan Ibu sekalian, beberapa hari yang lalu, saya sendiri terkejut. Gallup Poll dan Universitas Harvard menemukan melalui survei penelitian terhadap ratusan negara bahwa Indonesia, rakyat Indonesia adalah rakyat yang paling bahagia," ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).
Prabowo mengakui, rakyat Indonesia masih banyak yang miskin. Tak sedikit rakyat Indonesia kesulitan makan, namun mereka masih bisa tersenyum.
"Saya tahu rakyat saya, banyak dari mereka tinggal di gubuk. Banyak dari mereka tidak punya air bersih, banyak dari mereka tidak punya kamar mandi, banyak dari mereka makan nasi dengan garam, namun mereka tersenyum. Namun mereka punya harapan," ucap Prabowo.
Berdasarkan survei yang dilakukan Harvard University, Baylor, Gallup dengan tema Global Flourishing Study, menempatkan Indonesia pada peringkat tertinggi yang warga negaranya paling bahagia.
Peneliti Harvard mengungkapkan, faktor yang membuat warga Indonesia tetap bahagia karena memiliki makna dan tujuan hidup, serta hubungan sosial dengan sesamanya kuat. Selain itu, budaya gotong royong dan ketaatan terhadap agama masing-masing membuat masyarakat Indonesia memiliki mental yang kuat. Rasa syukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan menerima lapang dada, meski secara finasial pas-pasan.
Kemudian, pada laporan Ipsos Global Happiness 2025 sekitar 79-82 persen responden dari Indonesia menyatakan dirinya bahagia. Faktor utamanya adalah hubungan baik dengan keluarga dan memiliki perasaan dicintai. Finansial menjadi satu-satunya indikator warga Indonesia tidak bahagia pada survei.





