Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan istilah Greedonomics di hadapan pemimpin negara dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Di Indonesia, dia sempat menggunakan kata Serakahnomic, sindiran tajam terhadap sistem ekonomi yang dikuasai oleh segelintir orang serakah terhadap praktik usaha yang melanggar hukum alias ilegal.
Advertisement
Prabowo mengulas masa awal kepemimpinannya yang berhasil mengungkap kasus korupsi penyalahgunaan tata kelola BBM, hingga menyita 4 juta hektare perkebunan sawit ilegal.
"Sungguh menakjubkan, saya menyebut ini usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas, saya menyebutnya secara terbuka 'Greedonomics'. Ekonomi keserakahan, ekonomi dari praktik-praktik rakus," tutur Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo pun menyinggung istilah robber barons yang populer digunakan di sejumlah negara pada abad ke-19. Makna kalimat tersebut dinilainya sama dengan greedonomics.
Menurutnya, tidak ada iklim investasi yang diciptakan tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Kepala Negara kembali menegaskan, tidak ada seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum.
Sebab itu, dia bertekad untuk memastikan penegakan hukum di atas kepentingan pribadi, bahkan korporasi sekali pun.



