China bantah Trump: Ladang angin Tiongkok kapasitas terbesar di dunia

antaranews.com
22 jam lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Pemerintah China membantah ucapan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan belum pernah menemukan ladang angin sebagai sumber energi terbarukan di Tiongkok.

"Kapasitas terpasang tenaga angin China telah menempati peringkat pertama di dunia selama 15 tahun berturut-turut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

"China telah mengembangkan sistem kebijakan terlengkap di dunia tentang pengurangan emisi karbon, serta sistem energi terbarukan terbesar di dunia, dan secara aktif berbagi pencapaiannya dalam pembangunan hijau," tambahnya.

Hingga akhir November 2025, Guo Jiakun menyebut, kapasitas terpasang tenaga angin China telah melampaui 600 juta kilowatt.

"Selama lima tahun terakhir, tenaga angin dan produk panel surya yang diekspor China membantu mengurangi sekitar 4,1 miliar ton emisi karbon di negara lain secara total," ungkapnya.

Guo Jiakun juga menyebut upaya China dalam memerangi perubahan iklim dan memajukan pengembangan dan penerapan energi terbarukan secara global diakui secara luas.

"Sebagai negara berkembang utama yang bertanggung jawab, China siap bekerja sama dengan semua pihak untuk terus mempromosikan transisi global menuju ekonomi hijau dan rendah karbon, serta bersama-sama membangun dunia yang bersih dan indah," tegas Guo Jiakun.

Menurut data Our World in Data, China menghasilkan lebih banyak energi angin daripada negara lain mana pun. Pada 2024, China menghasilkan 997 terawatt-jam dari angin atau lebih dari dua kali lipat dari AS yang berada pada urutan kedua.

Pada 2024 juga, pembangkit listrik tenaga angin China setara dengan 40 persen dari pembangkit listrik tenaga angin global, berdasarkan lembaga Ember Energy. Bahkan pada 2025, tenaga angin dan tenaga surya di China sama-sama menghasilkan lebih dari seperempat (26 persen) listrik pada April. Hal tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 23,7 persen yang ditetapkan sebulan sebelumnya pada Maret 2025.

Pada saat yang sama, pembangkitan bahan bakar fosil di China menurun sebesar 3,6 persen dari tahun ke tahun selama empat bulan pertama 2025 Analisis dari Energy and Climate Intelligence Unit (ECIU) menemukan bahwa China sekarang berada dalam tahap decoupling relatif yaitu ketika emisi meningkat lebih lambat daripada PDB.

Antara periode 2015-2023, emisi berbasis konsumsi meningkat sebesar 24 persen, sementara PDB-nya tumbuh lebih dari 50 persen selama periode yang sama. China memiliki pembangkit listrik tenaga angin terbesar di dunia, yang terlihat dari luar angkasa yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Angin Gansu di wilayah gurun yang luas di Gansu barat.

Pembangunan pembangkit listrik itu dimulai pada 2009 dan saat ini pembangkit tersebut sudah memiliki lebih dari 7.000 turbin. Setelah selesai dibangun, pembangkit listrik tenaga angin ini dijadwalkan memiliki kapasitas terpasang sebesar 20 GW, cukup untuk memasok listrik bagi sekitar 15 juta rumah.

Menurut Global Energy Monitor, China sedang membangun proyek tenaga surya sebesar 180 gigawatt dan proyek tenaga angin sebesar 159 gigawatt, yang secara bersama-sama mencapai hampir dua pertiga dari kapasitas energi terbarukan yang beroperasi di seluruh dunia, sehingga China adalah penghasil energi angin terbesar di dunia.



Baca juga: Energi terbarukan berkembang pesat di tengah transisi hijau China

Baca juga: China punya sistem energi terbarukan terbesar, pertumbuhan tercepat


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ungkap Tutup 1.000 Tambang Ilegal, Paling Berani dalam Sejarah Indonesia 
• 15 jam laluokezone.com
thumb
KPop Demon Hunters Resmi Melaju ke Oscar 2026 dengan 2 Nominasi
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pengusaha Was-was Rupiah Hampir 17 Ribu per Dolar AS, 70% Bahan Baku Masih Impor
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Emas Antam Melambung 1 Gram Jadi Rp 2,8 Juta, Ketika Galeri24 dan UBS Ambruk
• 12 jam lalumerahputih.com
thumb
Eksklusif: Tone Stith ke Korea Selatan Demi Kolaborasi dengan Artis K-Pop Ini
• 14 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.