Jakarta (ANTARA) - Jakarta LavAni Livin Transmedia memberi kekalahan beruntun bagi Medan Falcons Tirta Bhagasasi setelah menaklukkan lawannya itu dengan skor 3-1 (25-19, 22-25, 31-29, 25-20) pada pertandingan seri ketiga putaran pertama Proliga 2026 di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis.
Itu menjadi kekalahan keempat Medan Falcons dari empat pertandingan yang sudah mereka jalani pada putaran pertama Proliga musim ini.
Dikutip dari keterangan resmi Proliga, pada pertandingan itu, LavAni menurunkan para pemain andalannya yakni Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Dio Zulfikri, serta duet pemain asing Taylor Sander dan Nato Dickinson sejak awal.
Meski demikian, Medan Falcons memberikan perlawanan sengit di mana mereka sempat menyamakan skor 7-7 dan 14-14 meski akhirnya kalah 19-25 pada set tersebut.
Set kedua, pertahanan LavAni lebih longgar sehingga Medan Falcons berhasil menyamakan skor 1-1 menang 25-22 pada akhir set.
Pertarungan ketat terjadi pada set ketiga, di mana LavAni bangkit dan memaksakan skor imbang 20-20 setelah tertinggal 14-18.
Kedua tim saling mengejar poin dan LavAni mengunci keunggulan di set tersebut 31-29.
Pada set keempat, Medan Falcons yang tertinggal memimpin 5-1 pada awal set. Akan tetapi, LavAni yang dihuni pemain-pemain tim nasional Indonesia tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan menjadi 13-10 sebelum menutup set tersebut dengan kemenangan 25-20.
Seusai pertandingan, pelatih Medan Falcons Ariyanto Joko Sutrisno menyebut timnya takluk lantaran kurang beruntung.
"Kami sudah berusaha maksimal. Bahkan pada set ketiga kami melalui beberapa deuce. Namun setelah itu kami harus mengakui tim melakukan banyak kesalahan sendiri. Kami perlu memperbaiki cover attack dan ketenangan pemain saat unggul," tutur Ariyanto.
Sementara itu, meski menang, pelatih LavAni Erwin Rusli menyebut bahwa anak-anak asuhnya tampil tidak maksimal.
"Semua pemain bermain di bawah performa terbaik termasuk pemain asing," kata Erwin.
Dia pun menegaskan timnya akan segera mengevaluasi performa LavAni termasuk soal aspek menerima bola, servis dan blok.
Baca juga: LavAni bungkam juara bertahan Bhayangkara Presisi
Itu menjadi kekalahan keempat Medan Falcons dari empat pertandingan yang sudah mereka jalani pada putaran pertama Proliga musim ini.
Dikutip dari keterangan resmi Proliga, pada pertandingan itu, LavAni menurunkan para pemain andalannya yakni Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Dio Zulfikri, serta duet pemain asing Taylor Sander dan Nato Dickinson sejak awal.
Meski demikian, Medan Falcons memberikan perlawanan sengit di mana mereka sempat menyamakan skor 7-7 dan 14-14 meski akhirnya kalah 19-25 pada set tersebut.
Set kedua, pertahanan LavAni lebih longgar sehingga Medan Falcons berhasil menyamakan skor 1-1 menang 25-22 pada akhir set.
Pertarungan ketat terjadi pada set ketiga, di mana LavAni bangkit dan memaksakan skor imbang 20-20 setelah tertinggal 14-18.
Kedua tim saling mengejar poin dan LavAni mengunci keunggulan di set tersebut 31-29.
Pada set keempat, Medan Falcons yang tertinggal memimpin 5-1 pada awal set. Akan tetapi, LavAni yang dihuni pemain-pemain tim nasional Indonesia tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan menjadi 13-10 sebelum menutup set tersebut dengan kemenangan 25-20.
Seusai pertandingan, pelatih Medan Falcons Ariyanto Joko Sutrisno menyebut timnya takluk lantaran kurang beruntung.
"Kami sudah berusaha maksimal. Bahkan pada set ketiga kami melalui beberapa deuce. Namun setelah itu kami harus mengakui tim melakukan banyak kesalahan sendiri. Kami perlu memperbaiki cover attack dan ketenangan pemain saat unggul," tutur Ariyanto.
Sementara itu, meski menang, pelatih LavAni Erwin Rusli menyebut bahwa anak-anak asuhnya tampil tidak maksimal.
"Semua pemain bermain di bawah performa terbaik termasuk pemain asing," kata Erwin.
Dia pun menegaskan timnya akan segera mengevaluasi performa LavAni termasuk soal aspek menerima bola, servis dan blok.
Baca juga: LavAni bungkam juara bertahan Bhayangkara Presisi




