BNPB Verifikasi 26 Ribu Rumah yang Terdampak Bencana di Bireuen

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BIREUEN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang memverifikasi sebanyak 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen kata pejabat setempat.

"Tim saat ini sedang bekerja di lapangan melakukan verifikasi. Jumlah verifikator yang diturunkan ke lapangan sebanyak 200 orang dengan setiap desa dua petugas verifikasi," kata Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen Doli Mardian dihubungi di Banda Aceh, Kamis.

BACA JUGA: Ini Daftar Lengkap 28 Perusahaan yang Dicabut Izinnya Imbas Bencana Sumatera

Dia menjelaskan tim verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin (19/1).

"Verifikator bertugas memverifikasi data rumah yang hilang/rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Setelah proses verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi, akan dilakukan proses uji publik," katanya.

BACA JUGA: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Terkait Bencana Sumatra, Legislator Bilang Begini

Menurut dia data daftar rumah-rumah tersebut akan diumumkan di desa masing-masing dan setelah proses uji publik selesai, maka dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.

Dia mengatakan untuk rumah hilang/rusak berat yang oleh pemiliknya memilih hunian tetap (huntap) mandiri, pembangunannya akan dilakukan oleh BNPB.

BACA JUGA: Waka MPR Apresiasi Ketegasan Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Buntut Bencana Sumatra

Dia mengatakan terkait kapan akan dimulai pembangunan huntap di Bireuen, prosesnya akan dilanjutkan pada awal Februari 2026.

Sebelumnya di Gampong Balee Panah,Juli, sudah dibangun tiga unit rumah contoh oleh BNPB.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Fadli menambahkan pihaknya sudah mengirimkan data hunian tetap terpusat kepada Kementerian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Adapun jumlah huntap terpusat berjumlah 48 unit, seluruhnya berada di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Fadli menjelaskan dari 48 unit huntap terpusat tersebut, 31 unit berada di Dusun Bivak, dan 17 Unit di Dusun Alue Keumiki.

Dia mengatakan Kementerian PKP hanya membangun huntap yang terkonsentrasi pada satu titik.

“Jadi mereka membangun hunian tetap seperti komplek. Berada di satu titik dalam jumlah tertentu,” kata Fadli. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BPN Alokasi Duit Rp 3,1 miliar Untuk Layanan Bencana di Sumatera


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Isyaratkan Kandidat Tunggal Bos The Fed Pengganti Jerome Powell
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Cara Cek Titik Banjir Jakarta Hari Ini Secara Real Time Lewat HP, Mudah dan Akurat
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Tuduhan Heboh Brooklyn Beckham Terhadap Orangtuanya, David dan Victoria
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Korlantas Polri dan Kemenhub Perkuat Sinergi Wujudkan Zero Over Dimensi-Over Load 2027
• 17 jam laludetik.com
thumb
Banjir 50 Cm Tutup Outer Ring Road arah Kembangan Jakbar, Polisi Alihkan Arus dan Siagakan Personel
• 36 detik lalusuara.com
Berhasil disimpan.