REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO, – Jumlah calon jemaah haji (JCH) asal Kabupaten Ponorogo yang melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 mencapai 572 orang, melebihi kuota yang ditetapkan sebanyak 547 orang. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo mencatat bahwa 127 dari mereka masuk dalam daftar cadangan.
Kepala KHU Ponorogo, Marjuni, menyatakan bahwa dari total 572 calhaj yang melunasi Bipih, sebanyak 445 adalah calhaj reguler dan 127 lainnya merupakan calhaj cadangan. Pelunasan Bipih dilakukan dalam dua tahap yang berakhir pada 9 Januari, dengan 403 calhaj melunasi pada tahap pertama dan 169 calhaj di tahap kedua.
Marjuni menambahkan bahwa seluruh calhaj cadangan telah menyatakan kesiapan untuk menggantikan apabila ada jemaah reguler yang batal berangkat. Saat ini, KHU Ponorogo masih menunggu konfirmasi tambahan kuota dari tingkat Provinsi Jawa Timur, mengingat adanya 25 calhaj yang sudah melunasi Bipih namun belum masuk dalam kuota pemberangkatan.
"Kuota haji bersifat se-Jawa Timur. Kami masih menunggu rekapitulasi jemaah yang batal berangkat se-Jatim sebelum diputuskan apakah ada tambahan kuota untuk daerah," jelas Marjuni.
Terkait jadwal keberangkatan, Marjuni mengatakan pihaknya masih menunggu penetapan resmi dari kementerian. Meski demikian, calhaj asal Ponorogo diperkirakan masuk dalam kloter awal dan berangkat paling lambat pada April 2026. Marjuni mengimbau para calhaj untuk mempersiapkan kesehatan, mental, serta kelengkapan administrasi dengan baik.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.