I.League mendampingi PSSI untuk memenuhi panggilan Kementerian HAM Republik Indonesia (KemenHAM RI) di Jakarta, Selasa (20/1). Pembahasannya terkait isu rasisme dan bullying atas tindak lanjut dari aksi massa yang dilakukan Barisan Trobos Malut United Jabodetabek (Batoma-Jabodetabek) terkait tindakan rasisme yang dialami Yakob Sayuri.
Pertemuan berlangsung di Ruang Pengaduan Marsinah Kantor KemenHAM RI. Turut dihadiri oleh perwakilan Dirjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM perwakilan PSSI, Komite Disiplin PSSI, dan I.League.
Dalam kesempatan itu, KemenHAM meminta penjelasan serta keterangan dari PSSI mengenai upaya yang telah dilakukan untuk menangani dan mencegah kasus rasisme serta bullying di lingkungan sepak bola. Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi I.League sebagai operator kompetisi untuk menyampaikan berbagai langkah preventif dan edukatif yang telah dijalankan.
Sejak awal musim, I.League aktif menginisiasi dan menjalankan kampanye Anti-Bullying & Anti-Racism melalui berbagai pendekatan, mulai dari kampanye di media sosial, pesan visual di lapangan, hingga aktivitas on-ground. I.League juga berkolaborasi strategis bersama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) guna memperluas jangkauan kampanye dan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan sepak bola terhadap pentingnya sportivitas dan respek.
“Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit," ujar Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM Menteri HAM, Yos Nggarang, dalam keterangan resminya.
"Kami mengapresiasi komitmen PSSI dan I.League dalam menjunjung nilai-nilai HAM dan berharap setiap pertandingan mencerminkan semangat tersebut. PSSI dan I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan bullying," tambahny.
Ke depannya, KemenHAM RI mengajak PSSI dan I.League untuk bersama-sama memperkuat kampanye anti-rasisme dan anti-bullying dengan jangkauan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih mendalam. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat menekan kasus serupa serta membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan.




