Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di atas panggung Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis sore waktu setempat, mengungkap keyakinannya investasi negara kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, Prabowo melanjutkan program-program prioritas pemerintahannya saat ini di antaranya fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Dalam pidato khususnya itu,
Presiden Prabowo pun memaparkan keberhasilan sejumlah program prioritasnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat (SR), renovasi sekolah-sekolah, hingga distribusi papan tulis pintar digital/interactive flat panel ke sekolah-sekolah.
"Mengapa ini penting untuk para investor global yang saat ini berkumpul di sini, di World Economic Forum? Alasannya, saya yakin sumber daya manusia itu menentukan pertumbuhan jangka panjang, (membuahkan, red.) hasil dalam jangka panjang. Pengembangan SDM, sumber daya manusia merupakan kunci dari bangsa yang bertumbuh dan berhasil," kata Presiden Prabowo saat berpidato secara khusus di Davos, Kamis.
Baca juga: Prabowo ungkap alasan tak hadiri WEF 2025: Baru dua bulan menjabat
Presiden kemudian melanjutkan suatu negara akan gagal manakala meninggalkan sektor pendidikannya. "Tidak ada negara yang stabil dan makmur, manakala rakyatnya buta huruf, serta tidak dapat beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Presiden.
Menurut Prabowo, pendidikan juga dapat menjadi strategi untuk menghapus kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
Presiden menyatakan dirinya tak ingin anak-anak yang terlahir miskin terus tumbuh menjadi miskin. Anak-anak yang miskin, keluarga yang hidup dalam kemiskinan, harus diberdayakan.
"Oleh karena itu, saya telah membangun 166 sekolah berasrama (untuk mereka, red.), dan saya akan membangun total 500 Sekolah Rakyat. Kemudian, saya juga akan membangun 500 sekolah lainnya, bukan Sekolah Rakyat, tetapi sekolah-sekolah unggulan untuk mendidik mereka-mereka yang pintar. Saya telah memulainya dengan membangun 20 sekolah-sekolah unggulan untuk mereka yang pintar dan berbakat," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Pidato di WEF, Prabowo ungkap rencana bangun 10 ribu desa nelayan
Kemudian, Presiden melanjutkan pemerintahannya juga akan membangun 10 kampus-kampus baru berstandar dunia dengan bekerja sama dengan kampus-kampus papan atas dari Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat.
Presiden Prabowo memberikan pidato khususnya di Congress Hall, yang merupakan lokasi utama acara World Economic Forum 2026. Di panggung yang sama, pemimpin-pemimpin negara lainnya juga memberikan pidato khusus, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald J Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Di atas panggung Davos, Presiden Prabowo memaparkan visinya, capaian-capaian pemerintah, dan strategi ekonominya -- yang kemudian disebut sebagai "Prabowonomics" oleh sejumlah kalangan.
Baca juga: Prabowo sebut Indonesia mitra setara investor global lewat Danantara
Oleh karena itu, Prabowo melanjutkan program-program prioritas pemerintahannya saat ini di antaranya fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Dalam pidato khususnya itu,
Presiden Prabowo pun memaparkan keberhasilan sejumlah program prioritasnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat (SR), renovasi sekolah-sekolah, hingga distribusi papan tulis pintar digital/interactive flat panel ke sekolah-sekolah.
"Mengapa ini penting untuk para investor global yang saat ini berkumpul di sini, di World Economic Forum? Alasannya, saya yakin sumber daya manusia itu menentukan pertumbuhan jangka panjang, (membuahkan, red.) hasil dalam jangka panjang. Pengembangan SDM, sumber daya manusia merupakan kunci dari bangsa yang bertumbuh dan berhasil," kata Presiden Prabowo saat berpidato secara khusus di Davos, Kamis.
Baca juga: Prabowo ungkap alasan tak hadiri WEF 2025: Baru dua bulan menjabat
Presiden kemudian melanjutkan suatu negara akan gagal manakala meninggalkan sektor pendidikannya. "Tidak ada negara yang stabil dan makmur, manakala rakyatnya buta huruf, serta tidak dapat beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Presiden.
Menurut Prabowo, pendidikan juga dapat menjadi strategi untuk menghapus kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
Presiden menyatakan dirinya tak ingin anak-anak yang terlahir miskin terus tumbuh menjadi miskin. Anak-anak yang miskin, keluarga yang hidup dalam kemiskinan, harus diberdayakan.
"Oleh karena itu, saya telah membangun 166 sekolah berasrama (untuk mereka, red.), dan saya akan membangun total 500 Sekolah Rakyat. Kemudian, saya juga akan membangun 500 sekolah lainnya, bukan Sekolah Rakyat, tetapi sekolah-sekolah unggulan untuk mendidik mereka-mereka yang pintar. Saya telah memulainya dengan membangun 20 sekolah-sekolah unggulan untuk mereka yang pintar dan berbakat," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Pidato di WEF, Prabowo ungkap rencana bangun 10 ribu desa nelayan
Kemudian, Presiden melanjutkan pemerintahannya juga akan membangun 10 kampus-kampus baru berstandar dunia dengan bekerja sama dengan kampus-kampus papan atas dari Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat.
Presiden Prabowo memberikan pidato khususnya di Congress Hall, yang merupakan lokasi utama acara World Economic Forum 2026. Di panggung yang sama, pemimpin-pemimpin negara lainnya juga memberikan pidato khusus, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald J Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Di atas panggung Davos, Presiden Prabowo memaparkan visinya, capaian-capaian pemerintah, dan strategi ekonominya -- yang kemudian disebut sebagai "Prabowonomics" oleh sejumlah kalangan.
Baca juga: Prabowo sebut Indonesia mitra setara investor global lewat Danantara


