Trump Gugat Raksasa Bank Ini ke Pengadilan, Tuntut Rp84,8 T

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump mengambil bagian dalam pengumuman piagam untuk inisiatif Dewan Perdamaiannya yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik global, bersamaan dengan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-56, di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (REUTERS/Denis Balibouse)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggugat raksasa perbankan JPMorgan Chase dan CEO-nya Jamie Dimon senilai US$5 miliar atau sekitar Rp84,8 triliun. Gugatan itu dilayangkan atas tuduhan bahwa JPMorgan menutup rekening Trump dan bisnisnya karena alasan politik setelah ia lengser dari jabatan presiden pada Januari 2021.

Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Miami-Dade County, Florida, pada Kamis (22/1/2026). Trump menuduh JPMorgan secara sepihak menutup sejumlah rekening pada Februari 2021 dengan pemberitahuan hanya 60 hari dan tanpa penjelasan yang jelas.

Akibat penutupan itu, Trump mengklaim aksesnya terhadap dana bernilai jutaan dolar terputus, mengganggu operasional bisnis, serta memaksanya mencari bank lain dalam waktu singkat.


"JPMC menghentikan layanan perbankan karena mereka percaya bahwa arus politik saat itu mendukung tindakan tersebut," demikian bunyi gugatan Trump, seperti dikutip Associated Press, Jumat (23/1/2026).

Baca: Amerika Pecah, Keputusan Trump Bisa Dikudeta

Dalam dokumen tersebut, Trump juga menyebut telah berupaya membahas masalah ini secara langsung dengan Jamie Dimon. Dimon disebut sempat berjanji akan menindaklanjuti, namun tidak pernah kembali memberikan penjelasan.

Lebih jauh, pengacara Trump menuding JPMorgan memasukkan Trump dan perusahaannya ke dalam "daftar hitam reputasi", yang digunakan untuk mencegah bank lain membuka rekening bagi mereka di masa depan.

Trump menilai tindakan JPMorgan mencerminkan praktik industri perbankan yang menyimpang dan bermuatan politik. Atas dasar itu, Trump menuduh JPMorgan melakukan pencemaran nama baik perdagangan dan menuding Jamie Dimon secara pribadi melanggar Florida Deceptive and Unfair Trade Practices Act.

"Perilaku JPMC merupakan indikator utama dari praktik industri yang sistemik dan subversif, yang bertujuan memaksa publik menyelaraskan pandangan politik mereka," tulis pengacara Trump dalam gugatan.

Baca: Raksasa NATO Siaga Invasi Trump, Siapkan Pasukan ala "Mujahidin"

Menanggapi gugatan tersebut, JPMorgan menyatakan keberatan dan menilai klaim Trump tidak berdasar.

"Kami menyesalkan gugatan ini, tetapi JPMC tidak menutup rekening karena alasan politik atau agama," kata juru bicara JPMorgan. "Rekening ditutup karena menimbulkan risiko hukum atau regulasi bagi perusahaan."

Kasus ini mencuat di tengah memanasnya hubungan antara Gedung Putih dan Wall Street. Trump sebelumnya mengancam akan menggugat JPMorgan setelah bank tersebut menentang rencana Gedung Putih membatasi suku bunga kartu kredit hingga 10%.

Baca: NATO-AS Mendadak Kompak Lagi, Trump Gagal Ambil Greenland?

Isu debanking, yakni praktik penghentian layanan perbankan terhadap nasabah, belakangan menjadi sorotan politik di AS. Sejumlah politisi konservatif menilai bank-bank besar menggunakan dalih risiko reputasi untuk menyingkirkan pihak-pihak yang tidak sejalan secara politik, terutama setelah kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Ini bukan gugatan pertama Trump terkait debanking. Pada Maret 2025, Trump Organization juga menggugat Capital One dengan tuduhan serupa. Perkara tersebut hingga kini masih bergulir di pengadilan.


(tfa/tfa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: "Perang" di Dalam Negeri AS Memanas, Ribuan Tentara Diterjunkan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasutri Bandar Narkoba Dibekuk, Polda Metro Jaya Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Perkenalkan Danantara ke Dunia di WEF Davos 2026, Prabowo: Indonesia Semakin Jadi Negeri Penuh Peluang
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Nadeo Argawinata Pede Borneo FC Bisa Kembali Rebut Puncak Klasemen dan Jadi Juara BRI Super League
• 4 jam lalubola.com
thumb
Daftar Ruas Jalan Jakarta yang Banjir Jumat Pagi, Pengendara Diimbau Waspada
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Literasi Asuransi Properti Rendah, Penetrasi Pasar Masih Terbatas
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.