REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa negaranya tengah mengirimkan armada berkekuatan besar yang sedang menuju Iran. Ia tak menutup kemungkinan armada tersebut akan melakukan serangan.
"Anda tahu, kami punya banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga. Kita punya armada besar (yang menuju) ke arah itu, dan kita lihat saja apa yang akan terjadi," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan ke Washington, DC dari Davos, Swiss.
Baca Juga
Dubes Iran Ungkap Kronologi Demonstrasi Menjadi Kerusuhan: Ada Bukti AS-Israel Terlibat
Trump dan Kontradiktif Iran-Greenland
Mengapa Trump Melunak? Kini Bilang AS Siap Bernegosiasi dengan Iran
“Kami memiliki kekuatan besar yang menuju Iran. Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi,” tambahnya dilansir Anadolu. Trump mengatakan AS mengawasi Iran dengan sangat cermat.
"Kami punya armada. Kita punya armada masif yang menuju ke sana, mungkin tidak perlu kita pakai. Kita lihat saja nanti," tegasnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Perkembangan ini terjadi setelah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran sebagai tanggapan atas penanganannya terhadap protes baru-baru ini yang dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi. Iran didera krisis ekonomi tersebut menyusul bertahun-tahun sanksi Barat yang dilancarkan dengan dalih mencegah Iran memiliki senjata nuklir
Peta pergerakan armada Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln dari Laut Cina Selatan menuju Laut Arab sepanjang Januari 2026. - (X)
Belakangan ia melunakkan ancaman tersebut meski armada militer AS terus berlayar menuju perairan Timur Tengah.
Kapal induk AS USS Abraham Lincoln saat ini jadi ujung tombak melanjutkan perjalanannya menuju kawasan Timur Tengah, dengan perkiraan kedatangannya dalam beberapa hari ke depan. The Washington Post mengutip para pejabat Angkatan Laut AS yang mengatakan bahwa kapal induk tersebut saat ini berada di Samudera Hindia, dan diperkirakan akan memasuki wilayah tersebut dalam beberapa hari.
Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal induk AS yang ditempatkan di Laut China Selatan selama beberapa hari terakhir, melintasi Selat Malaka pada Selasa, jalur perairan strategis yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia.
Seorang pejabat Angkatan Laut AS mengatakan kapal induk itu didampingi oleh tiga kapal perusak dan sedang menuju ke barat.