Para sopir angkutan kota (angkot) melakukan demonstrasi di Balai Kota Bogor, Jawa Barat. Mereka menolak kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan menghapus angkot tua.
Dirangkum detikcom, Jumat (23/1/2026) demo yang berlangsung di kantor Wali Kota Bogor, Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Kamis (22/1/2026) itu sempat menutup jalan hingga menimbulkan kemacetan.
Tidak ada rekayasa lalu lintas imbas demo angkot tersebut. Lalu lintas di sekitar lokasi berjalan lancar karena angkot dimasukkan ke halaman Balai Kota Bogor.
"Alhamdulillah tidak ada pengalihan lalin (lalu lintas). Kita lihat lancar semua tadi mereka juga sudah berjanji kepada saya, Pak Dandim, agar aspirasi tetap terlaksana, maka kami masukkan ke dalam semua supaya tidak mengganggu aktivitas lalin," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kamis (22/1).
Demo tersebut berlangsung kondusif meski sempat bikin macet jalan. Sebanyak 780 personel diturunkan untuk mengamankan aksi demo tersebut. Berikut fakta-faktanya.
Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) menggeruduk Balai Kota Bogor, Jawa Barat. Mereka menggelar demonstrasi terkait kebijakan usia angkot yang akan dihapuskan.
"Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau dihapus, anak istri kita mau makan apa? Kalau memang mau dihapus kasih kami pekerjaan yang layak," kata Ganda selaku koordinator aksi massa, Kamis (22/1).
Angkot dari berbagai trayek datang untuk menggelar demo di Balai Kota. Mereka menggunakan mobil komando dan berorasi di depan gedung.
"Tidak semua sopir angkot bisa jadi sopir BisKita. BisKita cuma itungan jari. Sedangkan kami sopir angkot semua ada ratusan orang sampai ribuan. Tidak mungkin BisKita hanya menampung sopir angkot semua sampai ribuan," bebernya.
(mea/mea)





