JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat menolak undangan World Economic Forum (WEF) tahun lalu.
Hal ini disampaikannya ketika berpidato di WEF yang diselenggarakan di Davos, Swiss.
"Sebenarnya, saya diundang untuk berbicara tahun lalu di sini, dan saya menolak," ujarnya, Kamis (22/1/2026), dipantau dari Breaking News KompasTV.
Prabowo lantas mengungkapkan alasannya menolak undangan tersebut karena baru menjabat dua bulan.
"Karena jika saya datang tahun lalu, saya baru memimpin pemerintahan saya selama dua bulan. Jadi apa yang bisa saya katakan? Saya hanya bisa berbicara, memberikan kata-kata manis," jelasnya.
Baca Juga: Pidato di World Economic Forum, Prabowo Sebut Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang
Namun, pada kesempatan kali ini Prabowo menyebut dirinya bisa berdiri di depan hadirin dengan percaya diri dan bangga atas pencapaian Indonesia.
"Dalam satu tahun, kita telah mencapai kemajuan yang luar biasa, reformasi yang luar biasa. Kita telah menghapus ratusan peraturan yang tidak masuk akal, peraturan yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi," ucapnya.
Prabowo menambahkan, stabilitas dan perdamaian adalah program panjang dan berat. Namun, ia menegaskan Indonesia memilih perdamaian dibanding kekacauan.
"Kita ingin menjadi sahabat bagi semua, bukan musuh bagi siapa pun. Seribu sahabat terlalu sedikit bagi kita, satu musuh terlalu banyak," katanya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- presiden prabowo
- prabowo
- world economic forum
- pidato prabowo
- ekonomi





