- Pemprov DKI menyiagakan 668 pompa permanen dan 536 pompa bergerak untuk menghadapi prediksi cuaca ekstrem
- 3.880 personel 'Pasukan Biru' disiagakan untuk mitigasi genangan dan mengantisipasi potensi banjir rob pesisir.
- BPBD DKI merilis peringatan dini hujan ekstrem hingga 24 Januari 2026; warga dapat pantau TMA melalui laman resmi.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung tancap gas menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi bakal mengguyur ibu kota dalam beberapa hari ke depan.
Seluruh unit pompa, baik stasioner maupun mobile, kini disiagakan penuh untuk meminimalisir dampak genangan di titik-titik rawan.
Langkah cepat ini diambil menyusul prediksi curah hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem yang masih menghantui Jakarta.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi, menegaskan bahwa operasional pompa bergerak menjadi tumpuan untuk menyisir wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur permanen.
"Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen," kata Nugraharyadi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Kekuatan Tempur Hadapi Genangan
Tak main-main, kekuatan alat berat yang dikerahkan mencakup 668 unit pompa permanen yang tersebar di 243 lokasi strategis. Selain itu, sebanyak 536 unit pompa bergerak (mobile) telah disiagakan di lima wilayah administrasi Jakarta untuk memberikan respons cepat di lapangan.
Bukan hanya soal mesin, faktor manusia juga menjadi garda terdepan. Dinas SDA DKI telah menyiagakan ribuan personel yang dikenal sebagai 'Pasukan Biru'. Mereka tak hanya fokus pada genangan hujan, tapi juga siap mengantisipasi potensi banjir rob di pesisir utara Jakarta.
"Terdapat kurang lebih 3.880 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir," ungkap Nugraharyadi.
Baca Juga: Banjir Kembali Genangi Pasar Cipulir
Peringatan Dini: Waspada Hingga 24 Januari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya telah merilis peringatan dini terkait cuaca buruk. Potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diprediksi mencapai puncaknya pada 22-23 Januari 2026, sementara hujan lebat masih akan berlanjut pada 24 Januari 2026.
Kondisi ini berisiko memicu dampak hidrometeorologi seperti banjir dan genangan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan proaktif memantau situasi.
Layanan Darurat dan Pantauan Real-Time
Bagi warga yang ingin memantau perkembangan Tinggi Muka Air (TMA) secara mandiri, Pemprov DKI menyediakan akses melalui laman resmi: https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan aplikasi JAKI atau segera menghubungi layanan darurat 112 jika terjebak dalam kondisi darurat. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama. Tetap berhati-hati di jalan! (Antara)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480597/original/086132400_1769060587-IMG_5577.jpg)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F20%2F39a6a57198f6d5a4e2bdb02eeb513e31-cropped_image.jpg)