Trump Kerahkan Armada AS ke Iran, Tegaskan Ancaman Nuklir

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dan kapal serbu amfibi kelas Wasp USS Kearsarge (LHD 3) berlayar berdampingan saat Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln (ABECSG) dan Gugus Siap Amfibi Kearsarge (KSGARG) melakukan operasi gabungan di wilayah operasi Armada ke-5 AS di Laut Arab. (Dok. US Navy)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington telah mengerahkan armada militernya ke arah Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. Meski demikian, Trump menegaskan ia berharap kekuatan militer itu tidak perlu digunakan.

"Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka tidak terjadi apa pun, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, Kamis (22/1/2026), usai menghadiri pertemuan para pemimpin dunia di Davos, Swiss, seperti dikutip Reuters.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama beberapa kapal perusak berpeluru kendali diperkirakan akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.


Baca: Iring-Iringan Militer Sokongan Saudi Dibom, 5 Orang Tewas

Selain itu, Washington juga mempertimbangkan pengerahan tambahan sistem pertahanan udara untuk melindungi pangkalan-pangkalan AS di kawasan dari potensi serangan Iran.

Pengerahan ini memperluas opsi militer Trump, baik untuk memperkuat pertahanan pasukan AS di wilayah tersebut maupun untuk melakukan tindakan militer lanjutan. Langkah ini menyusul serangan Amerika Serikat terhadap situs-situs nuklir Iran pada Juni lalu.

Ketegangan meningkat setelah militer AS mulai memindahkan kapal-kapal perang dari kawasan Asia-Pasifik pekan lalu. Situasi ini dipicu oleh tindakan keras pemerintah Iran terhadap gelombang protes yang melanda negara itu dalam beberapa bulan terakhir.

Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan bertindak terhadap Iran jika Teheran terus membunuh para demonstran. Namun, ia mengeklaim retorikanya telah membuat Iran mengendurkan langkah.

Menurut Trump, Teheran membatalkan hampir 840 eksekusi gantung setelah mendapat peringatannya.

Meski demikian, Trump kembali menegaskan Amerika Serikat akan bertindak tegas jika Iran mencoba melanjutkan program nuklirnya. "Jika mereka mencoba melakukannya lagi, mereka harus pergi ke area lain. Kami akan menyerang mereka di sana juga, sesederhana itu," ujarnya.

Iran saat ini diwajibkan melaporkan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait kondisi fasilitas nuklir yang diserang AS, termasuk dugaan keberadaan sekitar 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian 60%. Menurut tolok ukur IAEA, jumlah tersebut berpotensi cukup untuk membuat hingga 10 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut.

Namun, IAEA menyatakan belum dapat memverifikasi stok uranium Iran selama setidaknya tujuh bulan terakhir, padahal pemeriksaan seharusnya dilakukan setiap bulan.

Di sisi lain, situasi dalam negeri Iran masih belum sepenuhnya stabil. Protes yang dimulai pada 28 Desember dari Grand Bazaar Teheran akibat kesulitan ekonomi dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah.

Baca: Iran Akhirnya Rilis Data Korban Demo Berdarah: 3.117 Orang Tewas

Kelompok pemantau hak asasi manusia HRANA yang berbasis di Amerika Serikat menyebut telah memverifikasi 4.519 kematian terkait kerusuhan, termasuk 4.251 demonstran, serta masih meninjau 9.049 kematian lainnya.

Sementara itu, pemerintah Iran akhirnya merilis data resmi pertama mengenai jumlah korban jiwa dalam gelombang unjuk rasa antipemerintah yang mengguncang negara tersebut sejak akhir Desember lalu.

Berdasarkan pernyataan Martyrs Foundation yang disiarkan oleh Press TV pada Rabu (21/1/2026), lembaga tersebut memerinci bahwa dari total ribuan korban yang tewas, sebanyak 2.427 orang di antaranya merupakan warga sipil dan personel pasukan keamanan yang tewas saat berada dalam aksi.

Teheran mengategorikan para korban dari pihak keamanan dan warga sipil yang dianggap tidak bersalah sebagai "martir".


(tfa/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Peringatkan Iran Soal Militer, Isyaratkan Tindakan Cepat

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lewat HOME Syariah, Rumah Nasabah PNM di Karawang Jadi Penopang Ekonomi Keluarga
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Di Hadapan Pemimpin Dunia, Prabowo Tegaskan Jalan Keluar dari Kemiskinan: Negara Wajib Menangkan Pendidikan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Dedi Mulyadi Umumkan Perombakan Total BUMD Jawa Barat Jadi Super Holding
• 8 jam lalupantau.com
thumb
OTT KPK: Kepala Daerah dan Jual Beli Jabatan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Peluncuran Barbie x Aniverable Dimeriahkan Adrian Khalif
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.