Pidato di WEF Davos, Prabowo Ungkap Rencana Bangun Ribuan Desa Nelayan Modern

matamata.com
13 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan visi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui modernisasi sektor maritim.

Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1) waktu setempat, Presiden menargetkan pembangunan sedikitnya 1.000 desa nelayan baru pada tahun ini.

"Kami akan memodernisasi apa yang kami sebut sebagai desa nelayan baru. Kami akan membangun setidaknya 1.000 desa tahun ini, namun target anggaran kami sebenarnya disiapkan untuk hingga 5.000 desa," ujar Presiden Prabowo.

Program ini dirancang secara komprehensif untuk mendukung sekitar 2.000 nelayan di setiap desa. Dengan skala tersebut, modernisasi ini diharapkan berdampak langsung pada 10 juta nelayan.

Jika dihitung beserta anggota keluarga mereka, program ini diproyeksikan menjangkau sedikitnya 40 juta warga Indonesia.

Pelajaran dari Biak: Pendapatan Naik 60% Presiden mengungkapkan bahwa proyek percontohan (pilot project) modernisasi ini telah dimulai di Biak, Papua.

Hasilnya menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

"Hasilnya sangat menggembirakan. Rata-rata peningkatan penghidupan mereka mencapai 60 persen per tahun," ungkapnya.

Untuk mereplikasi kesuksesan tersebut, pemerintah akan melengkapi setiap desa nelayan dengan infrastruktur vital, seperti pabrik es dan stasiun bahan bakar solar (SPDN).

Fasilitas ini bertujuan memangkas biaya operasional dan menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.

Baca Juga
  • Prabowo Perkenalkan Danantara di WEF Davos, Kelola Aset US$ 1 Triliun untuk Transformasi Ekonomi

"Kami akan membangun stasiun solar di setiap desa. Mereka akan mendapatkan akses bahan bakar dengan sangat mudah," tambah Presiden.

Hapus Perantara melalui 83 Ribu Koperasi Selain sektor perikanan, Presiden Prabowo juga membeberkan rencana ambisius pembangunan 83.000 koperasi di seluruh Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk memotong rantai distribusi yang terlalu panjang dan merugikan rakyat kecil.

Jaringan koperasi ini akan dilengkapi dengan 83.000 gudang, fasilitas cold storage, minimarket, hingga apotek desa.

Fasilitas tersebut akan menyalurkan obat generik dan barang bersubsidi secara langsung kepada warga desa tanpa intervensi banyak perantara.

Kehadiran Presiden Prabowo di forum tahunan yang mempertemukan para pemimpin dunia dan pakar ekonomi ini, mempertegas posisi Indonesia dalam mengombinasikan pertumbuhan ekonomi makro dengan perlindungan sosial di tingkat akar rumput. (Antara)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
‎Sisa Sendirian Wakili Indonesia, Alwi Farhan Jaga Asa Tunggal Putra Indonesia di Perempat Final Indonesia Masters 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Tak Lagi Setahun, ESDM Ubah Skema Kuota Impor BBM Swasta Jadi Periodik
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Direktur United Tractors Borong Saham UNTR, Segini Nilainya
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Banjir di Kembangan Jakbar Masih Tinggi, Motor Terpaksa Putar Balik
• 38 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.