Perlindungan Data Pribadi dan Pemanfaatan AI Jadi Fokus Transformasi Digital di Indonesia

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ketua Tim Pengawasan Kepatuhan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Rindy, menegaskan bahwa data yang dapat mengidentifikasi seseorang, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk data pribadi yang wajib dilindungi sesuai Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP).

Contoh data sensitif, menurut Rindy, meliputi alamat email institusi karena dapat mengungkap identitas, instansi, dan lokasi, sehingga rawan disalahgunakan untuk phishing atau penipuan digital.

Tantangan SDM dan Tata Kelola Data

Rindy menyebut kelalaian sumber daya manusia masih menjadi penyebab utama kebocoran data, dengan sekitar 90% kasus PDP terkait rendahnya kesadaran pegawai.

Direktur Human Capital Management PT Telkom Indonesia, Willy Saelan, menekankan pentingnya konsistensi tata kelola data dan sistem SDM, terutama bagi perusahaan dengan banyak anak usaha.

Telkom saat ini tengah mengonsolidasikan seluruh sistem SDM anak perusahaan ke satu platform (single platform) untuk meningkatkan kematangan organisasi sekaligus mengurangi risiko kebocoran data.

Perusahaan juga mengembangkan kapabilitas AI pada proses SDM, terutama untuk pengembangan talenta melalui sistem manajemen berbasis AI, dengan catatan inovasi harus disertai guardrails atau batasan keamanan.

Pemanfaatan Data dan AI Butuh Budaya Organisasi

Director of Enterprise Business Google Cloud Indonesia, Adir Ginting, menyampaikan bahwa tantangan utama pemanfaatan data dan AI bukan teknologi, tetapi kemampuan organisasi mengubah data menjadi aksi yang berdampak.

Adir menekankan bahwa produktivitas berbasis AI membutuhkan budaya organisasi yang tepat, kolaborasi lintas fungsi, serta lingkungan kerja yang aman secara psikologis.

Survei McKinsey 2025 menunjukkan 70% organisasi kesulitan memanfaatkan data, dan 90% data yang tersedia belum tergarap secara optimal.

Kesimpulannya, perlindungan data pribadi wajib ditegakkan, inovasi teknologi harus dibarengi pengelolaan risiko yang tepat, dan pemanfaatan AI hanya efektif jika didukung budaya organisasi yang tepat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Vs Satpol PP, Sempat Ricuh
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Anies Baswedan Disebut Tokoh Paling Menarik Diproyeksikan di Pilpres 2029
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Dito Ariotedjo Bakal Penuhi Panggilan KPK Terkait Korupsi Kuota Haji
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Duduk Perkara Dugaan Kasus Penipuan Rp28 Miliar yang Seret Bupati Sidoarjo
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Penyegelan SD di Kubutambahan Paksa Ratusan Siswa Belajar Siang
• 17 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.