Tren bisnis seperti transformasi digital sering dipahami sebatas adopsi teknologi baru. Mulai dari aplikasi, software, hingga otomatisasi proses kerja.
Padahal, pada dasarnya transformasi digital adalah perubahan menyeluruh cara bisnis beroperasi, mengambil keputusan, dan menciptakan nilai dengan memanfaatkan teknologi sebagai enabler.
Dalam praktiknya, transformasi digital kerap dijadikan jawaban atas berbagai masalah bisnis. Namun realitasnya, tidak sedikit perusahaan justru tersandung di tengah jalan.
Studi McKinsey & Company mencatat sekitar 70 persen inisiatif transformasi digital berakhir gagal, baik karena tidak mencapai target, berhenti di tengah proses, maupun tidak memberi dampak signifikan terhadap kinerja bisnis.
Angka tersebut menjadi pengingat penting di awal 2026: transformasi digital bukan semata soal kecanggihan teknologi yang digunakan, melainkan tentang seberapa siap fondasi bisnis dan sistem yang menopangnya.
Kenapa Tren Bisnis Transformasi Digital Banyak yang Gagal?1. Terlalu Banyak ToolsBanyak bisnis yang mulai tren bisnis transformasi digital justru menggunakan CRM, tools inventory, hingga software akuntansi yang terpisah. Ini justru memerlukan waktu dan usaha ekstra untuk mengelola dan menyinkronkan data antar-aplikasi.
Parahnya lagi, penggunaan berbagai tools yang tidak terkoordinasi ini bisa berujung digital chaos. Karyawan harus beralih antar-platform yang beda dan menambah beban administratif.
2. Data Tidak TerintegrasiMasalah lain saat mengikuti tren bisnis transformasi digital adalah data yang tidak terintegrasi. Terkadang data penjualan tidak terhubung dengan laporan keuangan. Atau, stok gudang tidak sinkron dengan permintaan pasar.
Nah, koneksi atau integrasi yang jelas sangat penting agar bisnis punya gambaran menyeluruh yang akurat. Namun sayangnya, justru banyak bisnis yang mengandalkan forecasting berbasis data manual.
3. Terlalu Cepat Lompat ke AIImplementasi AI yang terburu-buru bisa berujung pada AI hallucination. Kondisi saat sistem memberikan hasil yang tidak akurat atau bahkan sepenuhnya salah karena kekurangan data atau pelatihan yang memadai.
4. Dianggap Pekerjaan ITTransformasi digital bukan hanya tanggung jawab tim IT, ya. Tren bisnis satu ini harusnya merupakan upaya lintas divisi. Tim lain seperti bisnis, pemasaran, atau operasional juga harus melakukan transformasi digital yang sejalan dengan tujuan organisasinya.
Odoo: Solusi Transformasi Digital dengan ERPMelihat pentingnya mengikuti tren bisnis transformasi digital dalam bisnis, Odoo sebagai platform ERP (Enterprise Resource Planning) siap menjawab tantangan besar tersebut.
Apa saja yang ditawarkan Odoo?
Aplikasi All-in-One
Odoo menyediakan solusi ERP yang terintegrasi di setiap fungsi bisnis. Mulai dari penjualan, keuangan, hingga manajemen inventaris. Anda tidak perlu menggunakan tools terpisah karena Odoo memberikan sistem yang menyatukan semuanya dalam satu platform.
Data Real-Time
Odoo memastikan semua data paling update secara real-time, memungkinkan seluruh fungsi bisnis beroperasi dengan informasi yang konsisten dan terhubung tanpa hambatan.
Sistem Modular yang Simpel untuk Dimulai
Model modular Odoo memungkinkan bisnis untuk tumbuh dan berkembang tanpa harus mengganti sistem. Misalnya, Anda dapat mulai dengan fitur Point of Sale (POS) untuk kebutuhan retail.
Namun, seiring berkembangnya bisnis, Anda bisa menambahkan modul manufaktur atau modul lain yang lebih kompleks tanpa ada biaya tambahan. Ya, Odoo bisa menyesuaikan diri dengan skala dan kebutuhan bisnis Anda.
Ditambah dengan antarmuka yang user-friendly, pengguna tanpa latar belakang IT pun dapat menggunakan Odoo dengan mudah.
Pilihan Hosting yang Fleksibel Sesuai Kebutuhan Bisnis
Ada beberapa pilihan hosting yang tersedia di dalam Odoo:
Odoo Online: SaaS (Software as a Service)yang memungkinkan bisnis langsung menggunakan sistem Odoo tanpa perlu mengurus aspek teknis apa pun.
Odoo On-Premise: Solusi ERP yang diinstal dan dijalankan di server milik perusahaan sendiri, memberikan kontrol penuh terhadap infrastruktur hosting dan data.
Odoo.sh: Layanan Paas (Platform as a Service) yang dikelola langsung oleh Odoo SA. Anda bisa membangun cloud sendiri hanya dalam beberapa click. Implementasi Odoo bisa di-custom.
Didukung oleh AI Bawaan
Dengan AI yang terintegrasi, Odoo membantu bisnis untuk membuat keputusan lebih cepat dan akurat, meningkatkan efisiensi operasional dan prediksi bisnis lebih akurat.
AI di Odoo: Asisten Bisnis Terintegrasi Alur KerjaDi versi terbarunya, Odoo mengenalkan fitur AI yang bertindak sebagai agent untuk bantu pengguna dalam memanfaatkan Odoo. Fitur AI ini membantu kamu melakukan beberapa hal seperti pembagian tugas otomatis dan penarikan insight penjualan berdasarkan data historik.
Odoo juga bisa memperkaya data prospek, skor lead, serta menyusun ringkasan percakapan berdasarkan konteks. Menariknya lagi, AI dalam Odoo juga dapat menganalisis dan memprediksi pola permintaan stok atau anomali data, hingga memproses tagihan serta otomatisasi akuntansi.
Untuk memperlihatkan langsung cara Odoo bekerja, mereka juga telah menyelenggarakan Odoo Days pada Rabu (21/1) lalu.
Para peserta yang hadir mendapatkan experience penggunaan Odoo dan integrasi AI dari modul ke modul. Melihat praktik terbaik dalam implementasi ERP yang nyata.
Kegiatan ini memberikan inspirasi, pengalaman, dan koneksi bisnis melalui sesi IndustryLab, Influencer Talks, Experience Zone, hingga Odoo Talks.
Nah, jika kamu ingin tetap ikut tren bisnis transformasi digital ini, cobalah Odoo dan pantau terus website Odoo untuk informasi menarik lainnya, termasuk event Odoo selanjutnya.
Cek juga Instagram @odoo.official dan YouTube Odoo untuk informasi lengkapnya, ya. Ingin konsultasi langsung dengan tim Odoo Indonesia? Klik di sini.




