jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menekankan aspek persiapan matang menuju tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2026 berbasis digital di Kabupaten Bekasi agar dapat berlangsung secara lancar dan sukses.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi pemilihan kepala desa yang diselenggarakan Pemkab Bekasi di gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (22/1).
BACA JUGA: Pejabat Pemkab Bekasi Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Cipularang
"Dengan berbagai persiapan yang telah dilaksanakan sejauh ini, Pemprov Jawa Barat optimistis Pilkades Serentak Digital di Kabupaten Bekasi dapat terlaksana dengan lancar, transparan dan partisipatif," katanya.
Dia menyatakan secara teknis tahapan pelaksanaan, Pemprov Jabar mengikuti regulasi yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati Bekasi, namun secara umum, tahapan meliputi sosialisasi umum, simulasi, sosialisasi khusus hingga pelatihan kepada perangkat desa, BPD dan KPPS.
BACA JUGA: Banjir yang Merendam 24 Desa di Kabupaten Bekasi Berangsur Surut
Dia menyampaikan pemerintah desa yang melaksanakan pemilihan serentak di Kabupaten Bekasi tahun ini akan mendapatkan dukungan berupa sistem dan laman daring desa secara gratis, lengkap dengan pelatihan pemanfaatan.
Kemudian juga, kata dia, menyangkut data kependudukan desa juga turut diperbarui secara berkala melalui sistem tersebut sebelum masuk ke tahapan pemungutan suara.
BACA JUGA: Cegah Banjir Susulan, Pemkab Bekasi Fokus Cek Kondisi Tanggul Sungai Citarum Antisipasi Jebol Kembali
"Setelah pelatihan, sistem digunakan untuk pelayanan sehari-hari selama beberapa bulan agar data benar-benar valid dan mutakhir. Setelah itu baru dilakukan sosialisasi dan pelatihan khusus terkait sistem pemungutan suara," ujarnya.
Afriandi mengatakan Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang akan melaksanakan Pilkades Serentak Digital 2026 dengan jumlah mencapai 154 desa dari total 179 desa di daerah itu.
Menurut dia, persiapan ini sekaligus merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pemilihan kepala desa sebelumnya yang telah dilakukan secara konvensional maupun digital di Kabupaten Indramayu dan Karawang.
"Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh baik dari sisi kebijakan, teknis, administratif maupun dari hasil pilkades sebelumnya yang dilaksanakan di Indramayu dan Karawang agar pelaksanaan di Kabupaten Bekasi dapat berjalan lebih baik," katanya.
Ia mengungkapkan salah satu tantangan utama dalam penerapan pilkades berbasis digital adalah literasi digital, tidak hanya di kalangan masyarakat pemilih, tetapi juga di tingkat pemerintah desa, kelembagaan desa, kecamatan hingga pemerintah daerah sendiri.
Selain itu, masih terdapat kekhawatiran publik terhadap penggunaan sistem digital dalam proses pemungutan suara.
Kendati demikian, Pemprov Jabar telah mengantisipasi berbagai kendala tersebut.
Salah satunya dengan tetap menerapkan sistem digital secara luring, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan internet.
Pemilih tetap diwajibkan hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan perangkat yang telah disediakan.
"Kalau 100 persen online tentu akan banyak kendala, mulai dari jaringan hingga kepemilikan perangkat oleh pemilih. Oleh karena itu, sistem yang digunakan tetap offline dan pemilih tetap datang ke TPS," ujarnya.
Dari sisi pelaksanaan, sistem digital dinilai memberikan efisiensi, khususnya dalam proses penghitungan suara. Hasil pemungutan suara dapat langsung diketahui begitu pemilih terakhir memberikan suara.
Menariknya, lanjut dia, berdasarkan pengalaman di Indramayu dan Karawang, antusiasme masyarakat terhadap pilkades digital cukup tinggi, termasuk dari kalangan lanjut usia, bahkan masyarakat justru mempertanyakan mengapa tidak seluruh prosesnya dilakukan secara digital.
"Ternyata masyarakat tidak antipati terhadap digital. Justru mereka merespons dengan baik dan antusias ingin mengetahui proses pemilihan secara elektronik," kata dia. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)

