OJK: Kredit Perbankan per November 2025 Tumbuh 7,74 Persen

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertumbuhan kredit perbankan masih mencatatkan level satu digit di kisaran 7 persenan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit per November 2025 mencapai 7,74 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Pertumbuhan kredit secara yoy sebesar 7,74 persen, meningkat dibandingkan Oktober 2025 sebesar 7,36 persen dengan kualitas kredit yang tetap terjaga,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga
  • LPS Catat Sejumlah BPR Masuk Resolusi, Masih Ada Bank dalam Pertimbangan Lanjutan
  • Bos LPS Sebut Pencalonan Thomas tak Ganggu Independensi Bank Indonesia
  • Dana Jumbo Mengalir ke Bank, Tabungan di Atas Rp5 Miliar Melonjak

Dian mengatakan kualitas kredit yang tetap terjaga tecermin dari terjaganya NPL Gross sebesar 2,21 persen (rasio NPL Gross Oktober 2024: 2,25 persen). Kondisi tersebut antara lain didukung oleh pertumbuhan kredit produktif, terutama Kredit Investasi (KI) yang tumbuh 17,98 persen (yoy).

“Penyaluran kredit ke sektor produktif masih menjadi penopang utama penyaluran kredit perbankan, dengan porsi penyaluran sebesar 72,78 persen per November 2025 dan pertumbuhan sebesar 8,15 persen (yoy),” terangnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Secara umum, kinerja intermediasi perbankan hingga posisi November 2025 dinilai relatif stabil, dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai. OJK mencatat terdapat peningkatan pertumbuhan kredit secara signifikan menjelang akhir tahun.

“Kinerja intermediasi sampai akhir tahun 2025 diperkirakan semakin solid, dengan pertumbuhan kredit diperkirakan akan di atas batas bawah target yang ditetapkan OJK (9—11 persen), sementara DPK diyakini akan mencapai pertumbuhan dua digit,” ungkapnya.

Adapun proyeksi untuk tahun ini, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan akan tetap solid.

“Pada tahun 2026 kinerja intermediasi perbankan diproyeksikan tetap solid dengan pertumbuhan kredit didorong oleh kredit produktif, baik Kredit Modal Kerja (KMK) maupun KI, yang disertai kualitas kredit yang diproyeksikan tetap terjaga, melalui pelaksanaan tata kelola pemberian kredit serta pengelolaan manajemen risiko perbankan yang memadai,” jelasnya.

Dian menegaskan OJK terus mendorong intermediasi perbankan agar dapat dilakukan secara optimal dengan menyalurkan kredit pada segmen yang sejalan dengan keahlian dan risk appetite bank. Dengan demikian, bank dapat memanfaatkan peluang bisnis secara optimal sekaligus meningkatkan penyaluran kredit yang tumbuh sehat dan berkelanjutan dengan tetap menerapkan prinsip tata kelola dan manajemen risiko yang baik.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramalan Cuaca Jabodetabek 23 Januari, Waspada Hujan Lebat di Jakarta dan Bogor
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir di Jakarta Barat Capai 1,1 Meter, BPBD Catat 80 RT dan 23 Ruas Jalan Masih Tergenang
• 22 jam laludisway.id
thumb
KPK Panggil Eks Menpora Dito Ariotedjo Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Foto: Edisi Spesial Skutik Maxi Yamaha Rayakan Eksistensi 25 Tahun di Indonesia
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo di WEF: Target 3 Tahun Seluruh Sekolah Indonesia Punya Kelas Digital Interaktif
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.