Presiden Prabowo di WEF: Target 3 Tahun Seluruh Sekolah Indonesia Punya Kelas Digital Interaktif

tvrinews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Swiss

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah di Indonesia akan memiliki kelas digital interaktif dalam tiga tahun ke depan.

Program ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional yang disampaikannya dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sepanjang tahun lalu pemerintah telah merenovasi 16.140 sekolah serta melengkapi 288.000 sekolah dengan masing-masing satu panel datar interaktif berukuran 75 inci sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.

"Tahun depan, 2026, kita akan menambah satu juta panel pintar interaktif lagi sehingga setiap sekolah akan memiliki setidaknya tiga sampai empat ruang kelas digital," kata Prabowo, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menargetkan dalam tiga tahun ke depan seluruh sekolah di Indonesia memiliki minimal enam ruang kelas dengan panel interaktif digital.

"Kami berharap dalam tiga tahun semua sekolah di Indonesia akan memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital,"  ujarnya.

Menurutnya, fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memungkinkan pemerintah pusat memantau langsung proses belajar mengajar di daerah.

"Artinya, saya bisa mampir di sekolah mana pun di Indonesia, termasuk dari Jakarta, untuk melihat kualitas pengajaran para guru dan reaksi anak-anak," ucapnya.

Kemudian Presiden Prabowo mengungkapkan, implementasi awal program ini mendapat respons positif dari para guru, siswa, dan masyarakat desa. Banyak di antara mereka yang terharu karena baru pertama kali merasakan perhatian langsung dari pemerintah pusat melalui fasilitas pendidikan modern.

"Banyak warga desa mengatakan, sepanjang sejarah mereka tidak pernah merasa pemerintah pusat peduli. Sekarang mereka merasa hadir dan membantu mengajar anak-anak mereka," tuturnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Pelecehan Seksual Anak di Polman Kembali Disorot, Pemerhati Anak dan Perempuan Ini Komitmen Dampingi Pemenuhan Hak-hak Korban
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Zul Zivilia Bersyukur Bisa Biayai Sekolah Anak dari Royalti Lagu Aishiteru
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Dewa Budjana Ungkap Pengalaman Mencekam di Palu, Jadi Pemantik Konser Amal Gitaris untuk Negeri
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Libur Panjang Isra’ Mi’raj 2026, Penumpang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 27 Persen
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
IMX Hub Bandung, Jadi Tempat Kongkow Penggemar Modifikasi Mobil
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.