Sebanyak 40 relawan dikerahkan dari berbagai unit usaha Jhonlin Group. Tim ini terdiri atas unsur media, rescue dan paramedic, pengawas alat, operator, pengemudi, serta mekanik yang memiliki pengalaman dalam penanganan kebencanaan dan dukungan operasional di lapangan.
Direktur PT Dua Samudera Perkasa, Efgar Welmar Santos, yang juga bertindak sebagai koordinator rescue, menyampaikan bahwa pengiriman relawan merupakan kelanjutan dari dukungan yang telah berjalan di lokasi terdampak.
“Hari ini kami mengirimkan 40 personel Jhonlin Rescue Team ke Aceh Tamiang untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana. Sebelumnya sudah ada 31 unit alat yang kami kirimkan, dan kali ini kami memperkuatnya dengan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang rescue, medis, operator, hingga driver,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Baca juga: Bantuan Kemanusiaan Jhonlin Group Mengalir ke Martapura Timur, Warga Merasa Terbantu
Ia menambahkan, tim rescue dibekali kesiapan teknis dan koordinasi lintas fungsi agar dapat langsung bekerja sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Direktur Plant Jhonlin Baratama sekaligus Koordinator Plant, Aries Yudi Kristanto, menekankan pentingnya menjaga disiplin, etika, dan profesionalisme selama bertugas. Menurutnya, relawan harus mampu menyesuaikan diri dengan budaya setempat serta menjaga koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI. “Relawan dapat berkoordinasi selama 1x24 jam. Namun yang terpenting adalah menjaga sikap dan etika karena kita membawa nama besar perusahaan dan institusi negara,” tegasnya.
Aries juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat 31 unit dump truck Sany dan sejumlah ekskavator yang telah beroperasi di lokasi bencana. Pihaknya tengah mengupayakan dukungan teknis tambahan untuk memastikan seluruh alat berat dapat berfungsi optimal selama proses pemulihan.
Dari sisi media, Direktur PT Jhonlin Media Komunika sekaligus Koordinator Media, Richi Petroza, mengingatkan relawan agar bijak dalam penggunaan media sosial. Ia menegaskan bahwa seluruh dokumentasi harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan persepsi keliru di ruang publik.
Kapten Emergency Response Team (ERT), Rahmatullah, menegaskan bahwa seluruh personel dari berbagai unit kini menjadi satu tim relawan untuk Aceh. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, menghormati budaya lokal, serta saling berkoordinasi demi kelancaran misi kemanusiaan.
Para relawan diberangkatkan menggunakan kapal J7 Explorer milik Jhonlin Group. Pemanfaatan armada ini diharapkan dapat mempercepat mobilisasi personel dan perlengkapan, sehingga para relawan dapat segera memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)



