Musisi Zul Zivilia bersyukur bahwa lagu-lagu yang ia ciptakan masih bisa bermanfaat bagi istri dan anak-anaknya. Hal itu pula yang memberinya sedikit perasaan aman selama menjadi warga binaan di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.
Zul Zivilia bersyukur lagu yang ia ciptakan seperti Aishiteru masih berhasil mendulang pundi-pundi baginya dan keluarga. Hal itu tak lain berasal dari royalti yang masuk dari karya musiknya.
"Royalti lumayan ini. Dari WAMI (Wahana Musik Indonesia) lumayan. Apalagi kita tahu Aishiteru 3 naik kan? Ini Aishiteru 2 juga naik. Bagi kita itu sudah banyak, dan itu sudah lebih dari cukup menurut saya," kata Zul Zivilia di Lapas Gunung Sindur, Bogor.
Zul Zivilia soal Royalti LaguUntuk royalti yang ia dapat, Zul mengatakan, dananya dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu. Nantinya, uang dari hasil royalti itu akan ia manfaatkan untuk memenuhi dana pendidikan bagi anak-anaknya.
"Term-nya (pembayaran) kita kumpulin per tahun. Jadi per tahun ketika royalti keluar, langsung bayar buat tagihan anak sekolah semua untuk satu tahun penuh," tutur Zul.
Selain mengandalkan lagu lama, Zul tetap produktif dengan menciptakan lagu baru di lapas. Lagu-lagu itu akan Zul daftarkan atas nama istrinya, Retno Paradinah.
"Semua lagu-lagu saya yang diciptakan di lapas ini, itu atas nama dia (istri) semua, jadi biar aman dan langsung masuk ke rekening istri, pakainya nama dia," ucap Zul.
Sementara itu, Retno bersyukur karena Zul bertanggung jawab pada dirinya dan anak-anak. Menurut Retno, kiriman royalti dan semangat Zul dalam berkarya jadi kekuatan baginya dan anak-anak untuk terus bertahan hidup.
"Ya Alhamdulillah, sejauh ini rutin royalti keluar. Dia punya semangat buat bikin lagu saja sudah Alhamdulillah banget, karena otomatis dia mikirin kita juga di rumah. Mikirin gimana caranya buat tetap bisa nafkahin anak-anak," kata Retno.




