10 Kantong Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Dibawa Turun dari Bulusaraung

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS — Sebanyak 10 kantong jenazah dibawa turun tim SAR gabungan dari puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Namun, hanya dua kantong yang diisi jenazah utuh.

”Total ada 10 kantong yang ditemukan. Dua telah teridentifikasi. Ada juga yang baru hendak kami evakuasi,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii di Makassar, Jumat (23/1/2026).

Syafii mengatakan, dari total 10 kantong, hanya ada dua jenazah utuh. Mereka teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, pramugari; dan Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jenazah Deden yang tiba di Posko DVI, Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Rabu (21/1/2026), sempat sulit dikenali. Namun, pada Kamis, tim DVI menyatakan identifikasi bisa dilakukan.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel Komisaris Besar Muhammad Haris mengatakan, jenazah dengan nomor PM 62.B.02 itu cocok dengan antemortem nomor AM 006.

Jenazah, menurut dia, teridentifikasi sebagai Deden Maulana berumur 43 tahun. Alamat lelaki itu ada di Jalan Jati Raya 66H Sofia Nomor 15 RT 005 RW 006 Jati Padang, Pasar Minggu. Hal itu dipastikan lewat sidik jari, properti, dan ciri medis.

Baca JugaFlorencia Dibawa ke Jakarta, Satu Korban ATR 42-500 Lainnya Sulit Dikenali
Baca Juga”Black Box” ATR 42-500 Ditemukan, Penyebab Kecelakaan Diharapkan Segera Terungkap

Kepala Pusat Indentifikasi Badan Reserse dan Kriminal Polri Brigadir Jenderal (Pol) Mashudi mengatakan, tim berhasil mengidentifikasi jenazah itu dengan memanfaatkan kulit sidik jari.

“Dengan pemeriksaan terhadap sampel sidik jari dan pembanding postmortem, maka kami bisa membandingkan secara manual. Secara saintifik atau keilmuan kami bisa meyakini, bahwa kantong jenazah nomor PM 62.B.02 atas nama Deden Maulana,” katanya.

Evaluasi Operasi

Dengan temuan dalam 10 kantong jenazah itu, Syafii mengatakan, akan melakukan evaluasi kelanjutan operasi pencarian yang sudah memasuki hari ke tujuh ini.

“Kami akan mendengar masukan dari unsur  udara dan darat. Apakah temuan sejauh ini sudah dianggap cukup atau belum? Jika harus diperpanjang, itu bukan sesuatu yang gampang. Personel yang terlibat harus memiliki kemampuan khusus,” katanya.

Baca JugaTim DVI Pastikan Korban Pertama adalah Florencia Lolita Wibisono
Baca JugaPesawat ATR 42-500 Menabrak Gunung Bulusaraung, Apa Saja Kemungkinan Penyebabnya?

Syafii mengatakan, semakin hari operasi SAR kian sulit dilakukan. Tak hanya kendala cuaca tapi juga kekhawatiran tim pencari terkontaminasi berbagai hal dari jenazah.

“Karena kalau dilihat dari waktu kejadian rawan terjadi kontaminasi pada tim pencari. Sekarang, personel yang akan melakukan dan setekah melakukan operasi, harus melalui medical check up,” tambah Syafii.

Tak hanya itu, evaluasi juga akan dilakukan setelah kotak hitam (black box) telah ditemukan.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi Soerjanto Tjahjono mengatakan, penemuan black box bisa membuat penelusuran penyebab kecelakaan dilakukan lebih tepat.

”Namun, bila kita pandang perlu, saat ini memang ada hasil yang masih ada di dalam operasional penerbangan, kami akan mengeluarkan rekomendasi segera,” kata dia.

Baca JugaEvakuasi Pesawat ATR 42-500: Berteman Badai di Puncak Bulusaraung
Baca JugaBulusaraung, Menara Karst dan Puncak yang Bertopi Kabut


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Batal Undang Kanada Bergabung dalam Dewan Perdamaian, Biaya Keanggotaan Disebut Penyebabnya
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Berita Populer: Geely Boyong 6 Model Baru; Motor Baru Monster Energy Yamaha
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Transformasi Konstitusi: Legitimasi Tuntutan Reformasi Mencerahkan Indonesia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kinerja Saham bank bjb Menguat di Awal 2026, Cerminkan Kepercayaan Pasar
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tabungan Rp5 Miliar-an Melonjak 22%, LPS Soroti Kesenjangan dan Peran Dana Pemerintah
• 6 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.