Bos Trisula Textile (BELL) Bicara Dampak Stimulus Pemerintah Rp101 Triliun ke Industri Tekstil

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) angkat bicara soal rencana pemerintah dalam menggelontorkan dana senilai Rp101 triliun bagi industri tekstil Tanah Air.

Presiden Direktur Trisula Textile Karsongno Wongsodjaja menerangkan bahwa BELL belum mengetahui secara spesifik bentuk insentif tersebut kepada industri tekstil sehingga belum mampu menakar efeknya terhadap perseroan. 

Meskipun begitu, BELL berharap dana tersebut dapat digelontorkan pemerintah untuk meminimalisasi ketergantungan industri tekstil Tanah Air terhadap produk impor sebagai penyedia bahan baku. Harapannya, hal itu dapat lebih efektif dalam mendorong kinerja industri TPT secara umum ke depan.

Selain itu, Karsongno berharap suntikan dana tersebut tidak justru membuat pesaing baru dalam industri TPT Tanah Air, seperti pendirian pabrik baru yang justru membuat persaingan di industri TPT kian ketat.

“Dan juga melengkapi ekosistem supplier yang sudah ada di Indonesia, seperti contohnya menggantikan produk-produk impor yang sekarang ini, industri textile masih harus mengimpor. Tapi bukan sebagai satu pabrik yang menjadi pesaing bagi kami,” katanya dalam paparan publik, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga : Angin Segar Industri Tekstil, Pemerintah Buka Opsi Guyur Insentif

Selain itu, BELL juga menekankan pentingnya perlindungan industri tekstil melalui pengetatan terhadap impor tekstil ilegal ke dalam negeri. Terlebih, pada momentum Natal atau Lebaran saat permintaan pasar terhadap produk tekstil meningkat.

BELL saat ini tengah dalam upaya melepas ketergantungan dengan produk impor. Melalui penguatan R&D lewat Trisula Innovation Center, perseroan berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dari China.

Karsongno menerangkan, melalui Trisula Innovation Center, pihaknya tengah menjalin kolaborasi dengan supplier untuk dapat menciptakan produk-produk dengan nilai tambah baru bagi perseroan.

“Kami ingin agar perlindungan terhadap produk–produk impor ilegal bisa dihilangkan atau dikurangi agar tidak membanjiri pada saat nanti bulan-bulan ramai [pembeli],” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk membentuk BUMN baru yang didedikasikan khusus untuk sektor tekstil. Langkah strategis ini akan didukung oleh pendanaan jumbo senilai US$6 miliar atau setara dengan Rp101 triliun yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana tersebut usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Hambalang pada Minggu (11/1/2026). Pembentukan entitas pelat merah baru ini bertujuan untuk memperkuat struktur industri tekstil nasional yang tengah menghadapi tekanan tarif global dan persaingan ketat. 

"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara," ujar Airlangga usai hadiri IBC Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Melaju ke Babak Semifinal Indonesia Master 2026, Alwi Farhan: Saya Pastinya Target Juara
• 52 menit lalufajar.co.id
thumb
Stok Daging Sapi Belum Normal Pasca Aksi-Mogok, Harga Capai Rp140 Ribu per Kg
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kinerja Perbankan 2026 Diproyeksi Tetap Solid, Ini Pendorongnya
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
3 Alasan Orang Finlandia Miliki Hidup Lebih Bahagia
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prediksi IHSG Jelang Akhir Pekan, Cermati Saham ADRO, BBCA, hingga MAPI
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.