Dikritik Gunakan Cara Lama Tangani Banjir Jakarta, Pramono Buka Suara

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons kritik Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta yang menilai penanganan banjir di Ibu Kota masih mengulang pola lama dan bersifat jangka pendek, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pramono menegaskan, kebijakan yang saat ini dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak semata mengulang pendekatan lama. Ia menyebutkan, sejumlah langkah struktural justru baru akan dilakukan dan belum pernah dijalankan sebelumnya.

Baca juga: Tak Peduli Kritik, Pramono Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta hingga 27 Januari

“Sebenarnya saya tidak mengulang hal yang lama. Termasuk normalisasi Sungai Ciliwung, normalisasi Krukut, dan normalisasi Kali Cakung Lama itu belum pernah dilakukan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Menurut Pramono, langkah-langkah tersebut membutuhkan anggaran besar dan tidak mudah dilaksanakan karena berdampak langsung pada masyarakat.

Proses normalisasi sungai, kata dia, akan beriringan dengan relokasi warga serta penyediaan hunian pengganti berupa rumah susun.

“Ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, dan itu saya akan lakukan dan ini pasti enggak populer karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya dan pasti nanti di lapangan mau tidak mau suka tidak suka pasti ada singgungannya,” kata Pramono.

Terkait penggunaan OMC, Pramono menjelaskan bahwa kebijakan tersebut memang bersifat jangka pendek dan digunakan sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang tidak dapat dikendalikan manusia.

“Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini memang bersifat jangka pendek karena cuacanya itu given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan alam yang memberikan, sehingga kami menangani itu,” jelasnya.

Baca juga: Pramono Bakal Normalisasi Kali Cakung Lama Sepanjang 2 KM: Sudah Diizinkan Warga

Pramono menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kritik yang disampaikan berbagai pihak terkait penanganan banjir di Jakarta.

“Enggak apa-apa dikritik kami tetap akan menangani itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Walhi DKI Jakarta melalui unggahan di akun Instagram @pulihkanjakarta menilai penanganan banjir melalui modifikasi cuaca keliru sejak dari logika dasar. Menurut Walhi, hujan merupakan bagian dari siklus alam yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.

“Ketika hujan diintervensi melalui modifikasi cuaca, dalam jangka panjang justru akan mengakibatkan masalah lingkungan hidup lain kesuburan dan sumber air tanah,” tulis keterangan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Walhi juga menilai ketergantungan pada solusi teknis jangka pendek seperti OMC justru menutupi persoalan mendasar dalam kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di Jakarta.

“Ketergantungan pada solusi teknis jangka pendek ini justru menutupi kegagalan kebijakan struktural dalam mengelola ruang dan lingkungan,” lanjut tulisan di dalam unggahan tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Titik Banjir Jakarta Bertambah Kamis Malam, 80 RT dan 23 Ruas Jalan Terendam
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Tekan Risiko Iklim, BI Beri Insentif Likuiditas Kredit Hijau ke Perbankan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Merasa Aman di Lapas Cipinang, Ammar Zoni Optimistis Bisa Bebas Tahun Ini
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Dewan Perdamaian Resmi Diluncurkan, Ini Daftar 22 Negara Anggota Termasuk Indonesia
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkab Kepulauan Anambas Dorong Revitalisasi Pasar dan Tambahan Reefer Tol Laut
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.