Satu orang tewas dan tiga orang lainnya dirawat di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat, usai mengonsumsi jamur liar.
Peristiwa keracunan yang dialami dua keluarga asal Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, itu bermula saat anak dari salah seorang korban membawa seember jamur liar sepulang dari kebun.
Jamur liar tersebut kemudian dimasak dan dikonsumsi oleh empat korban, yakni Wahyu Saripudin (65), Imas Kusmiati (50), A Yanto (48), dan Yani Nurhayati (41).
Selang beberapa saat setelah mengonsumsi olahan jamur liar, keempat korban merasakan gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing, disertai badan menggigil.
Keempat korban kemudian dibawa ke Puskesmas Cikalongkulon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi mereka terus menurun sehingga dirujuk ke RSUD Sayang, Cianjur.
Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, mengatakan satu dari empat korban keracunan usai mengonsumsi jamur liar meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di ruang ICU.
“Satu orang meninggal dunia, petang tadi sekitar pukul 18.44 WIB, yakni Wahyu Saripudin (65). Sementara tiga korban lainnya masih menjalani perawatan intensif. Para korban tiba di IGD RSUD Sayang, Cianjur, Rabu (21/1) sekitar pukul 17.38 WIB,” kata Raya kepada kumparan, Kamis (22/1).
Setibanya di IGD, kata Raya, keempat korban langsung mendapatkan penanganan oleh tim dokter rumah sakit.
“Saat tiba di IGD, dua orang korban dalam kondisi cukup baik dan dua korban lainnya dalam kondisi buruk. Bahkan, satu di antaranya harus langsung dirujuk ke ruang ICU,” jelasnya.
Raya menyebutkan, tim medis RSUD Sayang Cianjur masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab kematian pasien. Pasalnya, dikhawatirkan pasien memiliki penyakit bawaan.
“Kita pastikan penyebab kematiannya, apakah murni akibat keracunan usai konsumsi jamur liar atau memang ada penyakit penyerta lain,” jelasnya.
Kata PolisiKapolsek Cikalongkulon AKP Arif Titim Firmanto mengungkapkan para korban berasal dari dua keluarga. Keempatnya mengonsumsi olahan jamur liar yang dibawa oleh anak dari salah satu korban sepulang dari kebun.
“Dimasak dan dikonsumsi bersama, kemudian para korban merasakan gejala keracunan hingga harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Cianjur,” kata Arif.
Arif menambahkan, keempat korban yang menjalani perawatan di rumah sakit sempat dijenguk oleh Kapolres Cianjur dan Bupati Cianjur.
“Tadi siang, Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi bersama Bupati dr Wahyu Ferdian menyempatkan diri untuk melihat kondisi para pasien di rumah sakit. Selain memastikan kondisi korban, juga memastikan penanganan dan pelayanan dari tim medis rumah sakit,” ucapnya.





