“Karena mereka melihat aku dan Irfan, secara natural anak-anak ikut saja,” ujar Jennifer saat ditemui di kawasan TMII, Jakarta Timur, Kamis (22/01/2026).
Jennifer menjelaskan bahwa kegiatan lari bersama anak-anak bukan sekadar olahraga, tapi juga menjadi quality time keluarga. Menurutnya, momen ini membuat mereka bisa menghabiskan waktu bersama dengan cara yang menyenangkan dan sehat.
“Kiyoji, anak ketiga yang sekarang baru tiga tahun juga senang berlari,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, Jennifer semakin serius menekuni lari jarak jauh. Ia menargetkan half marathon di Lombok sebagai bagian dari persiapan menghadapi Berlin Marathon.
Sebelumnya, Jennifer dikenal aktif di HYROX dan olahraga lain seperti yoga dan weightlifting. Namun, pengalaman di HYROX membuatnya mulai jatuh cinta pada olahraga lari.
“Awalnya aku sangat benci lari, tapi setelah ikut komunitas lari di Bali, aku jatuh cinta dengan olahraga ini,” ungkap Jennifer.
Jennifer pun rutin mempersiapkan kondisi fisiknya. Ia menjalani injury screening dan tes VO₂ Max untuk memastikan tubuhnya fit menghadapi jarak lari yang lebih panjang.
Ia menambahkan, meski anak-anak ikut berolahraga, yang terpenting adalah menanamkan kebiasaan sehat sejak dini. Lari menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan aktivitas fisik kepada anak.
Irfan Bachdim, sang suami, juga aktif berolahraga, meski kini lebih fokus pada latihan HYROX. Jennifer menilai dukungan dari Irfan membuat anak-anak lebih antusias mengikuti kegiatan olahraga.
“Ini bukan hanya soal lari, tapi juga menanamkan disiplin dan kebiasaan sehat,” tambah Jennifer.
Dengan kegiatan lari bersama, Jennifer berharap anak-anaknya bisa tumbuh dengan semangat olahraga yang alami dan menyenangkan. Ia menegaskan bahwa family activity semacam ini bisa mempererat ikatan keluarga.
Jennifer mencontohkan, aktivitas olahraga bersama keluarga membuat mereka tetap kompak sekaligus sehat. Anak-anak bisa belajar bekerja sama, menikmati momen, dan meniru gaya hidup sehat orang tua.
Selain itu, Jennifer menekankan bahwa lari juga membentuk mental anak untuk lebih disiplin dan konsisten. “Ini latihan yang fun tapi juga mengajarkan mereka tanggung jawab terhadap diri sendiri,” katanya.
Jennifer dan Irfan berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi keluarga lain. Menurutnya, olahraga bersama keluarga tidak harus formal, cukup kreatif dan menyenangkan agar anak-anak betah ikut serta.
Kini, Jennifer Bachdim dan keluarga siap menghadapi berbagai event lari sambil terus menjaga gaya hidup sehat. Aktivitas ini sekaligus menjadi cara mereka menikmati waktu bersama, tetap aktif, dan memberi inspirasi bagi publik.(*)
Artikel Asli


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482121/original/014772300_1769161246-IMG_9503.jpeg)

