Ruas Jalan Kabupaten di Nepo Rusak Parah, Diduga Dipicu Lalu Lintas Angkutan Material Proyek yang Melebihi Tonase

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BARRU – Akses jalan Kabupaten Barru tepatnya di  Pattanrongnge dengan Topporeng jalur menuju pusat aktifitas perkantoran Desa Nepo rusak parah.


Jika musim hujan, tampak berlumpur dan licin, Kamis 22 Januari 2026. Kerusakan jalan tersebut diduga karena aktivitas pengangkutan material.


Kerusakan jalan Kabupaten ini diduga diperparah  akibat cuaca extrem dan aktifitas pengangkutan material kegiatan pembangunan saluran pembuang di Dusun Topporeng Desa Nepo yang masih berlangsung.


Semakin diperburuk jika hujan mengguyur. Kondisi tersebut berisiko membahayakan pengguna jalan.


“Tidak ada harapan pak jalanan disini sudah jadi kubangan dan berlumpur,saya tidak perlu jelaskan pak,coba bapak lewati saja sendiri ininjalanan sampai diujungnya ,”ujar Uttang (40) warga Pattanrongnge Desa Nepo ditemui Kamis 22 Januari 2026 saat melintas di jalan kabupaten tersebut.


Ruas jalan yang rusak parah tersebut berada tepat di depan kantor Desa Nepo. Panjang yang tidak berfungsi normal kurang lebih 2 kilometer dengan lebar jalan 4 meter tampak dipenuhi lumpur dan genangan air.


Kepala Desa Nepo Muhammad Toaha yang di konfirmasi terkait kerusakan ruas jalan Kabupaten Barru ini membenarkan hal tersebut.


“Sebetulnya ini bukan ranah kami,  tetapi Dinas PU Kabupaten Barru. Akan tetapi jalan Kabupaten ini tepat di depan kantor Desa dan berada di Desa Nepo sehingga kami juga turut prihatin akan kondisinya,” ujarnya.


Menurutnya,  jalan tersebut awalnya tidak rusak separah seperti sekarang. Namun aktivitas kendaraan dengan beban tonase yang berlebihan apalagi adanya kegiatan pembangunan saluran pembuang  sehingga menambah dan memperparah  kerusakannya.

“Semua pengguna jalan disini tahun lalu masih mendapati jalan Kabupaten ini dapat diakses dengan baik dan normal,  masih kelihatan aspalnya, namun dengan adanya hujan ekstrem dan aktivitas beban kendaraan yah seperti itulah jadinya,”ungkap Muhammad Toaha yang akrab di sapa Pitung ini.


Ia pun berharap pengguna jalan khususnya yang sementara melakukan aktivitas pembangunan saluran irigasi pembuang, agar membantu Pemkab Barru minimal membersihkan jalanan berlumpur dengan mendorong tanah dan lumpurnya sehingga warga sekitar dapat mengakses ataupun melalui jalan ini lagi.


Dilain pihak Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barru Andi Indra ST MT yang hendak ditemui di kantornya tampaknya sedang tugas luar.
“Pak kadis PU tidak ada dikantor pak, sepertinya  pak kadis tugas luar,” kata staf pegawai Dinas PU Barru yang tidak ingin identitasnya diketahui, kemarin. (mrl)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Rekayasa Rute TransJakarta Hari Ini 23 Januari 2026 Terdampak Banjir: Cek Koridor 3, 8, dan 13
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pohon Tumbang di Senen Jakpus, 3 Orang Luka-luka
• 4 jam laludetik.com
thumb
Rangers vs Ludogorets, Gol Tunggal Mohammed Diomande Pastikan Kemenangan The Gers
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sejarah KBBI 1988-2026, dari 62 Ribu hingga Kini 210 Ribu Kata
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Danantara Mulai Gelontorkan Investasi Rp202 Triliun, Begini Dampaknya ke Ekonomi
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.