Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 600 miliar sebagai tahap awal bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera. Bantuan ini ditargetkan mulai disalurkan pada akhir Januari 2025 secara bertahap.
Kepastian tersebut disampaikan Mensos usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Koperasi pada Jumat (23/1). Gus Ipul menjelaskan dana tersebut bersifat on call untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana.
Gus Ipul merinci ada tiga jenis bantuan utama yang akan disalurkan dari dana Rp 600 miliar tersebut:
Bantuan Isian Rumah: Rp 3 juta per keluarga untuk membeli alat dapur atau perabotan.
Bantuan Pemulihan Ekonomi: Rp 5 juta per keluarga yang diberikan sekali salur.
Jaminan Hidup (Jadup): Rp 450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.
"Nah dana yang sudah disiapkan, on call, itu sebesar Rp 600 miliar tahap pertama ini untuk tiga bantuan tadi. Cukup jelas ya," ujar Gus Ipul kepada wartawan.
Selain bantuan untuk rumah tangga, Kemensos juga terus menyalurkan santunan bagi korban jiwa.
"Yang sedang kami lakukan sekarang adalah kita menyalurkan santunan untuk ahli waris bagi korban meninggal dan juga yang luka-luka berat. Yang meninggal Rp 15 juta, yang luka-luka berat Rp 5 juta," tambahnya.
Sedangkan yang sedang disiapkan oleh Kementerian Sosial adalah bantuan untuk isian rumah sebesar Rp 3 juta per keluarga.
“Kemudian yang kita sedang bersiap sekarang sedang konsolidasi data dengan bupati, wali kota, dan Kementerian Dalam Negeri adalah menyalurkan bantuan untuk isian rumah. Isian rumah bagi keluarga yang terdampak, Rp 3 juta per keluarga untuk isian rumah; membeli alat-alat dapur atau perabotan rumah tangga,” ujarnya.
Saat ini, Kemensos tengah melakukan konsolidasi data bersama BNPB, pemerintah daerah, hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar bantuan tepat sasaran.
Proses verifikasi dilakukan berlapis, mulai dari penetapan oleh Bupati/Wali Kota yang disetujui oleh Kajari, Kapolres, dan Dandim, sebelum akhirnya diparaf oleh Mendagri setelah dicocokkan dengan data Dukcapil.
"Kita harapkan kita bisa menyalurkan kalau datanya sudah siap dan tentu secara bertahap itu adalah di akhir bulan Januari ini," jelas Gus Ipul.



