Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menghadirkan karya jurnalistik, visual, dan film dalam pameran Galaksi (Gala Aksi Karya Mahasiswa Komunikasi) Volume 5 di Gedung Social Militaire, Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (21/1).
Mengusung tema Gastronomi, Galaksi Vol. 5 menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu objek kajian dalam karya mahasiswa. Pameran ini menjadi ruang pembelajaran untuk membaca kebijakan publik dari berbagai sisi, termasuk praktik di lapangan dan dampaknya bagi masyarakat.
Ketua Panitia Galaksi Vol. 5, Ilyas Abdurrahman, menjelaskan gastronomi dipilih sebagai pendekatan karena merepresentasikan proses pengolahan makanan dari bahan sederhana hingga menjadi sajian bernilai. Konsep tersebut dinilai relevan dengan MBG yang berkaitan dengan isu gizi dan pangan.
“MBG adalah program besar, tetapi tentu tidak steril dari persoalan. Di situ mahasiswa masuk, membaca celah, lalu menyampaikannya lewat karya,” ujar Ilyas dalam keterangan resmi yang diterima Pandangan Jogja, Jumat (23/1).
Ia menyebut, sejumlah karya membahas beragam aspek, mulai dari kualitas gizi, tata kelola, kasus keracunan, efisiensi anggaran, hingga dampak terhadap sektor lain seperti usaha kantin sekolah dan tenaga kerja.
“Tidak semua karya bernada negatif. Ada juga yang menampilkan sisi positif MBG. Tapi sebagai mahasiswa, sikap kritis tetap harus dijaga,” tambahnya.
Galaksi Vol. 5 menampilkan rangkaian karya lintas medium. Pameran fotografi oleh mahasiswa angkatan 2025 menghadirkan visual produk makanan bergizi. Sebanyak 16 kelompok memamerkan karya dengan pendekatan foto produk dan narasi visual.
Kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Com.23 Magazine, majalah jurnalistik indepth karya mahasiswa angkatan 2023. Majalah ini membahas pelaksanaan MBG dari berbagai sudut, seperti aktivitas kantin sekolah, peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), persoalan sampah makanan, serta keberlanjutan program.
Sebagai penutup, diputar sembilan film pendek karya mahasiswa angkatan 2024. Isu MBG dikemas dalam beragam genre, mulai dari drama, horor, hingga komedi, sebagai bentuk eksplorasi pendekatan komunikasi visual.
Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum) Unisa Yogyakarta, Annisa Warastri, menyampaikan bahwa Galaksi Vol. 5 menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengaitkan teori komunikasi dengan isu publik.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi bentuk kritik membangun mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Dosen pembimbing Galaksi Vol. 5, Dias Reginan Pinkan, juga menyampaikan apresiasi terhadap proses kreatif mahasiswa dalam mengolah isu yang berkembang di masyarakat.
Salah satu pengunjung, Al Fattah, menilai tema MBG yang diangkat relevan dengan situasi saat ini. “Isunya dekat dengan masyarakat dan disajikan dengan cara yang menarik,” katanya.



