Bisnis.com, BATAM – Kolaborasi layanan kesehatan lintas negara antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India semakin diperkuat melalui pengembangan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.
Komitmen kedua pihak ditegaskan dalam kunjungan resmi jajaran pimpinan Apollo Hospitals India ke Batam dan Jakarta pada 7–9 Januari 2026, yang turut mendapat dukungan pemerintah Indonesia dan India.
Rangkaian kunjungan diawali dengan pertemuan bersama BP Batam untuk membahas kesiapan pengembangan MABIH di KEK Kesehatan Batam, sekaligus peninjauan langsung lokasi pembangunan rumah sakit tersebut.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kehadiran rumah sakit internasional ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor kesehatan dan pariwisata medis di Batam.
“Kami melihat MABIH sebagai penggerak baru ekonomi Batam. Tidak hanya memperkuat investasi sektor kesehatan, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas layanan medis, serta mendorong Batam menjadi destinasi unggulan pariwisata kesehatan di kawasan regional,” ujar Amsakar.
Menurutnya, kolaborasi dengan Apollo Hospitals India menunjukkan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi dan kesiapan infrastruktur kesehatan di Batam.
Baca Juga
- Kolaborasi Klinis Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals Kian Matang
- Medical Check Up On-Site, Dukungan Mayapada Healthcare untuk Karyawan
- Kenali Teknik Bedah Ginekologi vNOTES di Mayapada Hospital
“Ini juga menjadi bukti bahwa Batam siap bersaing sebagai pusat layanan kesehatan bertaraf internasional,” tambahnya.
Presiden Direktur dan CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia menyatakan kerja sama ini mencerminkan keseriusan Mayapada dan Apollo dalam membangun ekosistem layanan kesehatan berkelas dunia yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Dengan dukungan BP Batam, MABIH akan menghadirkan standar klinis global dan kredibilitas internasional. Kami berharap rumah sakit ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan medis di luar negeri,” katanya.
MABIH direncanakan menangani berbagai kasus medis kompleks, seperti kanker, penyakit jantung, dan transplantasi organ, dengan dukungan teknologi medis mutakhir serta kolaborasi tenaga medis Indonesia dan internasional. Kehadiran rumah sakit ini juga diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi sektor kesehatan dan pariwisata medis di Batam.
Joint Managing Director Apollo Hospitals Group Dr. Sangita Reddy menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Mayapada Healthcare bertujuan memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi.
“Pengembangan MABIH dan ekspansi jaringan Mayapada Healthcare akan memperkuat penyediaan layanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals telah dimulai sejak 2023 dan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di New Delhi pada awal 2025. Sejumlah program telah berjalan, antara lain pendidikan kedokteran berkelanjutan (Continuing Medical Education/CME), pendampingan penanganan kasus medis kompleks, serta pelatihan dokter dan perawat Mayapada Hospital di India.
Pada 8 Januari 2026, dua MoU tambahan kembali ditandatangani di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Kesepakatan tersebut mencakup penerapan layanan kesehatan preventif berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta penguatan kompetensi perawat dalam layanan kegawatdaruratan dan perawatan kritis.
Selain itu, Mayapada Healthcare juga menandatangani MoU dengan Kedutaan Besar India di Indonesia yang menetapkan Mayapada Hospital sebagai rumah sakit rujukan resmi bagi pegawai dan keluarga Kedutaan Besar India.
Kolaborasi layanan kesehatan lintas negara antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India/istimewa





