JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, penanggulangan banjir di Ibu Kota tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Menurutnya, penanggulangan banjir yang sudah menjadi langganan di Jakarta memerlukan waktu yang tidak sebentar.
"Ini tidak bisa dalam jangka pendek Bim Salabim selesai. Ini perlu waktu," tegas Pramono saat Konferensi Pers Mitigasi dan Penanganan Banjir di Jakarta di Balai Kota pada Jumat, 23 Januari 2026.
BACA JUGA:16 Ruas Jalan Tergenang Banjir Jakarta Hari Ini, Hindari Srengseng Raya hingga Cipinang Indah
BACA JUGA:Genangan Air Imbas Limpahan Kalimalang Makan Korban, Pengendara Motor Tewas
Untuk penanganan banjir jangka menengah Pramono pun segera menormalisasi Kali Ciliwung, Kali Krukut, hingga Kali Cakung Lama.
Pramono menyebutkan sekarang ini dirinya telah menetapkan lokasi (penlok) untuk proyek Normalisasi Kali Ciliwung.
Terdapat 4 penlok yang bakal terdampak pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung yakni di Rawajati, Pengadegan di Jakarta Selatan dan Cawang, Cililitan di Jakarta Timur.
Setidaknya terdapat 738 bidang tanah yang akan dibebaskan pada 4 penlok tersebut dengan ganti rugi berupa uang tunai.
Pramono menyadari, proyek normalisasi kali ini akan menimbulkan singgungan di tengah masyarakat yang terdampak pembebasan lahan.
BACA JUGA:Cegah Cuaca Ekstrem di Jakarta, Pemprov DKI Perpanjang OMC hingga 27 Januari 2026
BACA JUGA:Bandar Sabu dan Ekstasi Beromzet Ratusan Juta Dibekuk, Polisi Sita 1,2 Kg dan 1.451 Butir Pil Setan
Meski begitu, dirinya siap mengambil kebijakan tidak populer untuk menanggulangi banjir di Jakarta.
"Untuk normalisasi Ciliwung kemudian Krukut, Cakung Lama semuanya akan kami lakukan," ujarnya.
Sementara untuk penanggulangan banjir jangka pendek, secara rutin terus dikerjakan seperti pengerukan sungai dan waduk, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
- 1
- 2
- »




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F13%2Fc63a71a94310766e27950d61911921b7-IMG_20250912_143621.jpg)
