Amerika Serikat (AS) resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), setahun setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana penghentian keikutsertaan negaranya dalam lembaga kesehatan global tersebut.
Penarikan diri ini mengakhiri keterlibatan Amerika Serikat selama 78 tahun di WHO. Trump telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu pada hari pertama masa jabatannya di tahun 2025, setelah menandatangani perintah eksekutif.
Sesuai aturan, terdapat masa tunggu selama satu tahun sebelum keputusan tersebut berlaku penuh.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut alasan penarikan antara lain, "penanganan pandemi COVID-19 yang buruk" dan "krisis kesehatan global lain." Dia juga menyatakan bahwa keanggotaan AS menimbulkan "pembayaran yang tidak adil dan memberatkan."
"Hari ini, Amerika Serikat telah menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan membebaskan diri dari berbagai pembatasan yang ada," bunyi pernyataan bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. yang dipublikasikan pada Kamis (22/01).
Sengketa iuran anggotaPenarikan diri AS dari WHO dinilai berlangsung tidak mulus. Pemerintah AS masih menghadapi sejumlah persoalan yang belum tuntas sejak keputusan keluar diumumkan.
Menurut WHO, AS masih memiliki tunggakan iuran lebih dari 130 juta dolar (sekitar Rp1,95 triliun). Namun, besaran dan status pembayaran tersebut masih menjadi sumber ketidakpastian dan perbedaan pandangan antara kedua pihak.
Seorang juru bicara WHO mengatakan, negara-negara anggota dijadwalkan membahas kepergian Amerika Serikat serta mekanisme penanganannya dalam rapat dewan eksekutif WHO pada Februari mendatang.
Pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mengakui masih ada sejumlah isu yang belum terselesaikan, termasuk potensi hilangnya akses Amerika Serikat terhadap data kesehatan dari negara lain yang selama ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini terhadap munculnya pandemi baru.
Dalam setahun terakhir, banyak pakar kesehatan global mendesak agar keputusan tersebut ditinjau ulang. Seruan serupa juga disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman kesehatan global.
Pakar khawatir keamanan kesehatan global melemahSepanjang tahun 2025, sejumlah pakar kesehatan global memperingatkan bahwa penarikan diri Amerika Serikat dari WHO dapat melemahkan kemampuan AS dan WHO dalam menangani wabah penyakit dan ancaman kesehatan global.
Selama ini, perlu diketahui bahwa Amerika Serikat merupakan penyumbang dana terbesar bagi WHO. Lembaga kesehatan khusus PBB tersebut memiliki mandat untuk mengoordinasikan kesiapsiagaan menghadapi wabah penyakit, seperti mpox, Ebola, dan polio.
WHO juga memberikan bantuan teknis kepada negara-negara berpenghasilan rendah, membantu distribusi vaksin yang jumlahnya terbatas, serta menetapkan pedoman penanganan ratusan kondisi kesehatan, termasuk kesehatan mental dan kanker.
"Saya berharap Amerika Serikat akan mempertimbangkan kembali keputusannya dan bergabung lagi dengan WHO," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers awal bulan ini. "Penarikan diri dari WHO merupakan kerugian bagi Amerika Serikat dan juga kerugian bagi seluruh dunia."
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris.
Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu
Editor: Muhammad Hanafi
width="1" height="1" />
(ita/ita)




