WASHINGTON, KOMPAS.TV - Wilayah Arktik Greenland berada di titik krusial dalam skenario pertahanan nuklir global.
Posisi geografis pulau es yang berada di bawah jalur lintasan rudal balistik antarbenua membuat Greenland menjadi bagian penting dari arsitektur keamanan Amerika Serikat.
Itu menjadi alasan Presiden AS Donald Trump mendorong penguasaan wilayah tersebut demi proyek pertahanan misil ambisiusnya, Golden Dome.
Dalam laporan Associated Press, Kamis (22/1/2026), Greenland digambarkan berada “di tengah Armageddon” jika perang nuklir terjadi antara Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Baca Juga: Pakar Geopolitik: Ambisi Trump di Greenland Berpotensi Picu Gesekan AS-Eropa
Rudal yang ditembakkan dalam konflik semacam itu cenderung mengambil rute terpendek melintasi kawasan Arktik—menempatkan Greenland tepat di bawah lintasan.
Jalur Rudal Nuklir Melintasi ArktikRudal balistik antarbenua (ICBM) dari Rusia dan China yang menargetkan Amerika Serikat diperkirakan akan melintas di atas Greenland.
Contohnya, rudal Rusia Topol-M yang diluncurkan dari kompleks silo Tatishchevo akan terbang tinggi di atas wilayah tersebut jika menargetkan pangkalan misil AS di North Dakota, Montana, dan Wyoming.
Hal serupa berlaku bagi rudal China Dong Feng-31 yang menurut Departemen Pertahanan AS, dapat diluncurkan dari ladang silo baru di China dan melintasi Arktik menuju Pantai Timur Amerika Serikat.
“Jika perang terjadi, sebagian besar aksinya akan berlangsung di atas bongkahan es itu,” ujar Trump di sela World Economic Forum di Davos, Swiss.
Peran strategis Greenland diperkuat oleh keberadaan Pituffik Space Base, pangkalan radar peringatan dini paling utara milik AS.
Baca Juga: Mantan Dubes RI: Negara-Negara Nordik Solid Bela Greenland, Aneksasi AS Jadi Preseden Berbahaya
Pangkalan ini—sebelumnya dikenal sebagai Thule Air Base—berganti nama pada 2023 untuk menghormati nama lokal Greenland.
Radar AN/FPS-132 di Pituffik mampu mendeteksi dan melacak peluncuran misil balistik dari jarak ribuan kilometer, memberi waktu tambahan bagi presiden AS untuk mengambil keputusan jika terjadi serangan nuklir.
Analis senjata nuklir Pavel Podvig menilai Greenland sebagai lokasi ideal untuk fungsi tersebut.
“Greenland memberi Amerika Serikat waktu untuk berpikir tentang langkah selanjutnya,” kata Podvig.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Greenland perang nuklir
- Golden Dome Trump
- peran Greenland
- pertahanan nuklir AS
- Pituffik Space Base
- rudal Rusia China



