OJK Sebut Permintaan Kredit Kuartal I/2026 Berpotensi Tumbuh, Ini Katalisnya

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat permintaan kredit pada kuartal I/2026 berpotensi tetap tumbuh, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang positif pada tahun ini serta adanya momentum Ramadan dan Idulfitri pada periode tersebut.

Secara historis, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri cenderung mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi rumah tangga dan sektor-sektor produktif pendukung seperti perdagangan, transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman.

“Momentum tersebut diharapkan akan meningkatkan permintaan kredit, baik pada segmen konsumsi maupun kredit modal kerja,” kata Dian dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Jumat (23/1/2026).

Selain momentum Ramadan dan Idulfitri, Dian menyebut bahwa transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik menjadi salah satu faktor pendorong permintaan pada kuartal I/2026.

Dian mengharapkan, tren penurunan suku bunga pinjaman dan percepatan belanja pemerintah maupun investasi swasta juga dapat menjadi katalis untuk mendorong pertumbuhan kredit pada awal tahun ini.

Baca Juga : Polemik Kasus Kredit Macet Bank Negara, Risiko Bisnis atau Kerugian Negara?

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,69% secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 7,74% YoY. Pertumbuhan kredit hingga akhir tahun berada dalam kisaran target otoritas moneter sebesar 8%-11% YoY.

Menurut kelompok penggunaan, otoritas moneter mengungkapkan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 tumbuh masing-masing 21,06%, 4,52%, dan 6,58% YoY.

Kendati begitu, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang tercatat masih cukup besar pada Desember 2025. BI melaporkan undisbursed loan mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia. 

Untuk itu, otoritas moneter memandang bahwa pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan undisbursed loan.

Adapun, BI memprediksi pertumbuhan kredit 2026 berada pada kisaran 8%-12%. Untuk terus memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut, otoritas moneter memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
1.204 Pompa Dikerahkan Sedot Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta
• 12 jam laludetik.com
thumb
Capek Kebanjiran Terus, Warga Desak Normalisasi Kali Mampang
• 4 jam lalukompas.com
thumb
16 Ruas Jalan Tergenang Banjir Jakarta Hari Ini, Hindari Srengseng Raya hingga Cipinang Indah
• 1 jam laludisway.id
thumb
Anti Garing Show Vol. 2 Sukses, Kusuka Siapkan Agenda Musik Spesial
• 15 jam laludisway.id
thumb
AHY Bertemu dengan Rektor UI, Ini yang Dibahas
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.