Capek Kebanjiran Terus, Warga Desak Normalisasi Kali Mampang

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jalan Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menormalisasi Kali Mampang.

Bukan tanpa alasan, Kali Mampang sering kali meluap setiap hujan deras. Ruas Jalan Pondok Karya pun tak bisa terhindar dari banjir.

Ketinggian banjir pun tak jarang mencapai lebih dari 1 meter.

Baca juga: Banjir di Kebon Pala Mulai Surut, Warga Masih Waswas Kembali ke Rumah

Warga Jalan Pondok Karya V, Erik (42) mengaku sudah lelah melihat banjir di sana. Bahkan, tembok pembatas sungai dengan ruas jalan pun belum sepenuhnya cukup.

“Sebelumnya itu pendek, dua tahun yang lalu dibikinkan turapnya. Tapi masih aja banjir kalau debit airnya tinggi,” ungkap Erik saat ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).

Ia menilai, Kali Mampang jadi penyebab banjir. Sungai itu dianggap tak mampu menampung air dalam jumlah besar dengan permukaannya yang tak begitu dalam.

Terlebih, beberapa warga menggunakan area sungai untuk membangun rumah.

Menurut Erik, pemerintah harus bisa tegas untuk menertibkan warga-warga itu.

Tak hanya di sekitar Kali Mampang, tapi sikap ini juga harus diterapkan untuk warga di bantaran kali lainnya.

“Untuk penanganan banjir sebenernya seharusnya ada kerja sama warga di bantaran untuk normalisasi kali. Cuma kadang mereka enggak mau. Mereka sudah terlalu nyaman, jadi harus ada ketegasan untuk mengembalikan fungsi aliran,” tutur Erik.

Baca juga: Banyak Truk Mogok Imbas Banjir, Warga Diminta Hindari Jalan Daan Mogot

Erik tak tahu pasti selebar apa sungai pada awalnya.

Menurut dia, tugas pemerintah lah untuk menganalisa lebar sungai saat ini dan mengembalikan lagi seperti sebelumnya untuk memberi ruang yang lebih luas bagi air, terlebih saat arus terlalu deras.

“Mungkin bisa dilihat di tata ruang kotanya. Luasnya kali dulu tahun sekian berapa, kalau dilihat pasti ada penyusutan lebar dan pendangkalannya,” ujar dia.

Warga lainnya, Nurul, mengaku kaget saat melihat banjir di tempat tinggal barunya. Ia baru pindah ke Pondok Karya sekitar sebulan yang lalu dari Bogor.

“Agak culture shock ya sama banjirnya. Karena kebetulan aku dari Bogor, di rumahku itu enggak ada banjirnya. Terus di sini, ‘Oh ya ampun, ternyata kayak gini ya banjir yang di TV itu’,” kata Nurul.

Sebagai langkah preventif, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan mengimbau agar masyarakat menahan sampahnya agar tidak dibuang sembarangan.

Sebab, banyak sampah yang ditemukan menumpuk di pinggiran pembatas sungai saat banjir dan berakhir meluap ke jalan.

Baca juga: Berkah di Tengah Musibah, Sawah Banjir di Jakarta Jadi Tempat Mancing

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Untuk warga, imbauannya itu ditahan sampahnya, jangan buang sembarangan,” kata Putu.

Banjir di Pondok Karya baru mulai surut sekira pukul 12.00 WIB. Mobilisasi warga yang sebelumnya dibantu menggunakan perahu karet sudah bisa dilakukan dengan kendaraan pribadi masing-masing.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kurs Rupiah Dolar AS di BCA, BRI, dan BNI pada Jumat, 23 Januari 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
318 Warga Mengungsi Imbas Banjir Kota Tangerang, Polisi Pastikan Terlayani
• 8 jam laludetik.com
thumb
Banjir Melanda Jakarta, Hujan Tak Juga Mereda
• 20 jam laludetik.com
thumb
Personalisasi Politik dan Tumbuhnya Partai Politik Baru
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Syarat Minimal Usia Anggota KPU dan Bawaslu Digugat ke MK, Minta Turun ke 35 Tahun
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.