TikTok Bentuk Usaha Patungan untuk Hindari Ancaman Larangan di AS

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

TikTok telah membentuk usaha patungan atau joint venture pada Kamis (22/1) yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pihak Amerika Serikat (AS) untuk mengelola bisnisnya di negara tersebut. Langkah ini memungkinkan TikTok menghindari ancaman pelarangan terkait kepemilikan perusahaan tersebut oleh entitas China.

Selama ini, popularitas aplikasi hiburan berbasis video tersebut, serta keterkaitannya dengan China, dinilai menimbulkan kekhawatiran terkait isu privasi dan keamanan nasional di AS. TikTok menyampaikan, perusahaan patungan bernama TikTok USDS Joint Venture LLC akan melayani lebih dari 200 juta pengguna dan 7,5 juta pelaku usaha, sekaligus menerapkan standar pengamanan yang ketat dalam perlindungan data dan moderasi konten.

Struktur baru ini merupakan respons atas undang-undang yang disahkan pada masa Presiden AS sebelumnya, Joe Biden, yang mewajibkan ByteDance selaku induk usaha TikTok asal China untuk menjual operasional TikTok di AS atau menghadapi larangan beroperasi di pasar terbesarnya.

Presiden AS Donald Trump menyambut kesepakatan tersebut dan mengeklaim memiliki peran penting di dalamnya, sembari mengucapkan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping atas persetujuannya.

“Saya sangat senang bisa membantu menyelamatkan TikTok! Sekarang TikTok akan dimiliki oleh sekelompok Patriot dan Investor Besar Amerikayang terbesar di dunia, dan akan menjadi suara yang penting,” tulis Trump di platform Truth Social pada Kamis (22/1) malam, dikutip dari AFP.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Xi dari China karena telah bekerja sama dengan kami dan pada akhirnya menyetujui kesepakatan ini,” tambah Trump.

Keamanan Siber TikTok Akan Diaudit

Di sisi lain, ByteDance tetap mempertahankan kepemilikan sebesar 19,9 persen di perusahaan patungan tersebut, sehingga berada di bawah ambang batas 20 persen yang ditetapkan oleh undang-undang.

Tiga investor yaitu Silver Lake, Oracle, dan dana investasi kecerdasan buatan berbasis Abu Dhabi, MGX; masing-masing memegang saham sebesar 15 persen. Ketua eksekutif Oracle, Larry Ellison, dikenal sebagai sekutu lama Trump. Investor lain dalam usaha patungan ini meliputi Dell Family Office, afiliasi Susquehanna International Group, serta General Atlantic.

Perusahaan patungan tersebut akan memiliki kewenangan pengambilan keputusan atas kebijakan kepercayaan dan keselamatan, serta moderasi konten bagi pengguna di AS. Sementara itu, entitas global TikTok tetap mengelola integrasi produk internasional serta aktivitas komersial, termasuk e-commerce dan periklanan.

Dalam skema ini, TikTok menyatakan data pengguna AS akan disimpan di lingkungan cloud aman milik Oracle, dengan keamanan siber yang diaudit oleh pihak ketiga dan mematuhi standar federal.

Jasmine Enberg, co-CEO Scalable, perusahaan media yang berfokus pada ekonomi kreator, menilai pengguna TikTok akan merasa lega dengan kesepakatan tersebut, meski masih terdapat pertanyaan besar tentang bagaimana semua ini akan berjalan.

“Di balik layar, TikTok kemungkinan bekerja keras untuk meyakinkan para pengiklan bahwa bisnis akan tetap berjalan seperti biasa. Meski kecil kemungkinan pengguna harus mengunduh aplikasi baru, mitra merek tentu ingin memastikan strategi mereka di TikTok tidak terganggu,” ujar Enberg kepada AFP.

Dikelola oleh Dewan Beranggotakan 7 Orang

Lebih lanjut, perusahaan patungan ini akan dikelola oleh dewan beranggotakan tujuh orang dengan mayoritas warga AS, termasuk CEO TikTok Shou Chew dan para eksekutif dari perusahaan investasi. Eksekutif TikTok Adam Presser ditunjuk sebagai CEO entitas baru tersebut, sementara Will Farrell menjabat sebagai kepala keamanan.

Undang-undang yang disahkan pada 2024 muncul di tengah kekhawatiran para pembuat kebijakan AS, termasuk Trump pada masa jabatan pertamanya, bahwa China dapat memanfaatkan TikTok untuk mengumpulkan data warga AS atau memengaruhi opini publik melalui algoritmanya.

Namun, Trump yang mengakui peran TikTok dalam menarik pemilih muda ini menunda penerapan aturan tersebut melalui sejumlah perintah eksekutif, terakhir dengan memperpanjang tenggat waktu hingga 22 Januari.

Kesepakatan ini pada dasarnya mengkonfirmasi garis besar rencana yang telah disampaikan Shou Chew kepada karyawan TikTok bulan lalu.

Pada September, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan entitas TikTok di AS diperkirakan bernilai sekitar USD 14 miliar, meskipun penentuan valuasi akhir tetap bergantung pada para investor.

Pada bulan yang sama, Trump mengatakan usaha patungan baru telah disepakati dengan China dan akan memenuhi persyaratan undang-undang. Trump secara khusus menyebut Ellison, salah satu orang terkaya di dunia, sebagai pemain kunci dalam kesepakatan tersebut.

Ellison kembali menjadi sorotan melalui kedekatannya dengan Trump, yang melibatkan sahabat lamanya itu dalam berbagai kemitraan besar kecerdasan buatan bersama OpenAI.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Mendadak! KPK Intai Bupati Pati Sudewo Sejak November, Berawal Laporan Warga
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Hujan Intensitas Tinggi Tanpa Henti, 17 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Xiaomi Luncurkan Redmi Buds 8 Lite dan Kacamata Pintar Mijia di Indonesia, Cek Harganya!
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Tegaskan Investasi SDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Uji Coba CFD Perdana di Kantor Gubernur DIY, Puluhan Kendaraan Putar Balik
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.