Grid.ID - Gitaris Band Gigi, Dewa Budjana, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan melalui gerakan Gitaris untuk Negeri. Aksi ini lahir dari pengalaman pribadinya menyaksikan langsung dampak bencana di berbagai daerah.
Dewa Budjana mengaku pernah mengunjungi Palu pascabencana yang meninggalkan kesan mendalam baginya. Kondisi kota yang porak-poranda membuat suasana kala itu terasa begitu mencekam.
“Suasananya masih ngeri, kotanya seperti berhenti karena likuifaksi,” ujar Dewa Budjana ketika ditemui saat Konferensi Pers, Jumat (23/01/2026).
Ia menilai bencana Palu memiliki dampak besar yang menyerupai tragedi tsunami. Reruntuhan bangunan dan cerita para penyintas menjadi gambaran nyata penderitaan di lapangan.
“Di titik nol semuanya reruntuhan, habis-habisan,” kata Dewa Budjana.
Tak hanya Palu, Dewa Budjana juga pernah melihat langsung dampak tragedi Bom Bali. Pengalaman tersebut memperkuat empatinya terhadap korban bencana dan tragedi kemanusiaan.
Ia menyebut keterlibatan musisi dalam aksi sosial dilakukan secara bergantian. Setiap musisi turun sesuai ketersediaan waktu dan kondisi masing-masing.
“Kalau jadwal saya kosong, saya pengen ikut ke lokasi bencana,” ucapnya.
Gerakan Gitaris untuk Negeri telah digelar sebanyak lima kali. Setiap gelaran selalu melibatkan musisi lintas generasi.
Dewa Budjana menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar konser musik. Ada misi kemanusiaan yang ingin disampaikan melalui seni.
Kolaborasi dengan Dana Kemanusiaan Kompas dan Bentara Budaya Kompas menjadi fondasi penting gerakan ini. Sinergi tersebut memungkinkan bantuan tersalurkan secara tepat.
Konser amal ini juga menjadi ruang refleksi bagi publik. Musik dijadikan medium untuk mengajak masyarakat peduli terhadap sesama.
Dewa Budjana berharap keterlibatan seniman dapat memantik empati lebih luas. Ia percaya seni memiliki kekuatan menyentuh sisi kemanusiaan.
Aksi sosial ini terus berlanjut seiring masih adanya bencana di berbagai daerah. Para musisi berkomitmen menjaga semangat solidaritas.
Bagi Dewa Budjana, Gitaris untuk Negeri adalah panggilan nurani. Musik menjadi cara sederhana namun bermakna untuk membantu sesama. (*)
Artikel Asli



