Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Depok. Hawa dingin menyelimuti kulit warga. Di tengah hujan deras, suara gemuruh terdengar. Tanah dirasa bergerak, seperti tengah terjadi gempa.
Dini hari, sekitar pukul 01.40 WIB, Muskin Latupono, warga Kemirimuka, Beji, Depok, sedang menonton TV. Sedangkan istri dan anaknya sedang tidur di dalam kamar. Istrinya terbangun saat mendengar suara dan getaran di rumahnya.
Advertisement
“Istri sempat kaget karena mendengar suara dan getaran seperti gempa kecil, setelah di cek ternyata tanah longsor,” ujar Muksin, Jumat (23/1/2026).
Bangunan rumah Muksin terancam longsor dan jatuh ke Sungai Ciliwung, apabila tidak segera dilakukan penanganan. Muksin khawatir rumahnya amblas gara-gara longsor. Apalagi rumah Muksin berupa rumah tingkat ke bawah.
“Jadi rumah saya bukan tingkat ke atas, tapi ke bawah, jadi khawatir turut terkena longsor,” terang Muksin.
Muksin menduga longsor diakibatkan buangan air yang melintasi rumahnya menuju Sungai Ciliwung. Saat hujan debit air cukup tinggi pipa saluran tidak kuat menampung air sehingga pecah dan meresap ke tanah.
“Akibat rembesan air membuat tanah dibangun rumahnya mengikis membuat kekuatan bangunan rumah menjadi rapuh,” jelas Muksin.



