Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M Juhro mengikuti uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon deputi gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1). Solikin tengah bersaing dengan dua calon lainnya, yakni Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Dalam uji kepatutan di DPR, Solikin menawarkan delapan strategi dengan istilah ‘Semangka’ yang akan dijalankannya jika terpilih sebagai deputi gubernur BI. Strategi ini, menurut dia, akan menopang Asta Cita pemerintah.
“Delapan strategi ‘Semangka’ ini dirancang sebagai satu paket kebijakan yang terorkestrasi untuk sekaligus menopang program Asta Cita pemerintah,” kata Solikin dalam paparannya, dalam fit and proper test, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan delapan strateginya itu yakni stabilitas makroekonomi dan keuangan, ekonomi syariah dan pesantren, makroprudensial inovatif, akselerasi reformasi struktural, navigasi stabilitas harga pangan, gerak UMKM dan ekonomi kreatif, keandalan digitalisasi sistem pembayaran, dan juga aksi bersama, sinergi, dan kolaborasi.
Ia menjelaskan terkait stabilitas makroekonomi dan keuangan, berfungsi sebagai jangkar untuk ketahanan ekonomi nasional di tengah dunia yang bergejolak. Menurutnya, perlu dibangun stabilitas yang dinamis dan antisipatif.
Ia mengatakan perlunya diperkuat keterkaitan antar sektor riil, keuangan, dan pasar keuangan, agar transmisi kebijakan berjalan lebih efektif serta mengantisipasi potensi risiko sistemik.
Kemudian, untuk strategi ekonomi syariah dan pesantren, menurutnya di Indonesia sendiri dalam hal ini menjadi modal sosial dalam mendorong produktivitas pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, jika ia terpilih, BI akan memperkuat komitmen dalam pengembangan ekonomi pesantren.
Selanjutnya, berkaitan dengan strategi makroprudensial inovatif akan diarahkan untuk menjadi instrumen kunci dalam mendorong intermediasi pembiayaan yang optimal, seimbang, dan inklusif di tengah keterbatasan ruang instrumen kebijakan bank sentral.
Solikin juga memiliki program ‘Pinisi’ untuk percepatan intermediasi perbankan. Menurutnya, untuk mendorong intermediasi diperlukan prinsip untuk menjembatani suplai likuiditas dengan permintaan kredit dinilai diperlukan.
Kemudian, Solikin berpandangan untuk strategi akselerasi reformasi struktural menjadi syarat utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan nantinya membawa Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.
Ia juga menyampaikan adanya strategi navigasi stabilitas harga pangan, yang diarahkan untuk mewujudkan pangan sejahtera, menopang ketahanan pangan nasional, dan pertumbuhan inklusif.
Selain itu, dalam strateginya itu ia juga menyoroti mengenai posisi UMKM sebagai mesin pertumbuhan inklusif dan perekonomian nasional. Ia menyatakan, BI akan mendorong digitalisasi UMKM yang mencakup peningkatan produktivitas, perluasan akses pasar, dan juga efisiensi sistem pembayaran.
Ia menilai, digitalisasi sistem pembayaran selain sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan transaksi dan memperkuat kedaulatan ekonomi digital nasional, juga untuk memperluas inklusi keuangan.
Selanjutnya, untuk strategi aksi bersama, sinergi dan kolaborasi, BI nantinya akan berupaya untuk memperkuat koordinasi antara bank sentral dengan kementerian/lembaga terkait.
Solikin menjadi calon deputi guburnur pertama yang melaksanakan uji kepatutan dan kepayakan di DPR. Sedangkan, dua kandidat lainnya yakni Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono akan melaksanakan fit and proper test pada Senin (26/1). Dicky akan diseleksi pada pukul 14.00-15.00 WIB, sedangkan Thomas pada pukul 16.00-17.00 WIB.
Adapun keputusan atas hasil fit and proper akan dilaksanakan pada rapat internal Komisi XI DPR RI pada Senin (26/1) pukul 18.30 WIB.
Ketiga calon ini memperebutkan kursi deputi gubernur BI usai Juda Agung mundur dari kursi tersebut. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, surat pengunduran diri Juda telah disampaikan Juda kepada Presiden Prabowo Subianto pada 13 Januari 2026.



